Bagaimana bila waktu anda hamil nyatanya terdeteksi ada miom di rahim ? apakah mesti dikuret atau dilewatkan hingga bayinya lahir baru dikerjakan tindakan penanganan ? penanganan dokter menurut letak miom di rahim.

Posisi miom

Apabila miom terdapat di rongga rahim, dibawah rahim, atau di dinding rahim, butuh diwaspadai dikarenakan bisa mendesak janin serta mengakibatkan keguguran. dokter dapat memantau dengan cermat perubahan mion ini sepanjang masa kehamilan, untuk mengantisipasi apabila alami bertambahnya ukuran hingga mengganggu janin ataupun mempersulit sistem persalinan. bila tidak mengganggu, miom dapat dilewatkan hingga periode kehamilan berakhir. sekali pun miom sudah diangkat melewati operasi ( miomektomi ) namun tetap mempunyai kemungkinan tumbuh lagi, lebih kurang 10-15%. tetapi, apabila perkembangan miom tergolong “ganas” yakni membesar dengan cepat dalam waktu singkat, dokter kandungan mungkin mengambil tindakan pengangkatan rahim ( histerektomi ) sekalian sesudah sistem persalinan. namun, operasi histerektomi ini umumnya dihindari pada wanita umur subur.

Efek pada kehamilan.

Dikarenakan miom yaitu tumor yang tumbuh didalam rahim, maka pengangkatan miom jelas dapat menyebabkan perdarahan dan dapat segera menganggu manfaat rahim dan janin. miom tidak merebut makanan janin, hingga apabila dilewatkan untuk sesaat hingga periode akhir kehamilan dapat safe untuk janin. sepanjang ukuran miom belum meraih 10 cm, diperkirakan keberadaannya di rahim tak lagi mengganggu tumbuh-kembang janin. tetapi, perubahan miom mesti terus dipantau dokter kandungan yang menjaga, hingga bisa dipastikan tidak mengganggu janin. masalah yang bisa diakibatkan miom diantaranya kontraksi awal, perdarahan, serta jalur lahir tertutup.

Bila miom terus membesar serta mendesak janin, maka ada kemungkinan ibu hamil dapat alami plasenta previa atau plasenta tumbuh dibawah rahim, yang sering menyebabkan perdarahan waktu sistem persalinan. perdarahan ini amat membahayakan jiwa si ibu. juga, bila miom yang tumbuh sepanjang masa kehamilan mempunyai tangkai serta menyebabkan rasa nyeri yang sangat amat saat terpuntir. situasi tangkai miom yang terpuntir tersebut bisa mengakibatkan kelainan letak janin. jika perihal ini berlangsung di dalam periode kehamilan, maka dokter dapat bertindak operasi kritis darurat yang tidak direncanakan.

Ibu terus dapat melahirkan normal. sepanjang miom yang ada didalam rahimnya tidak mengganggu serta menghalangi, atau mempersulit berjalannya sistem persalinan alami, bayi terus bisa dilahirkan dengan alami. namun, apabila miom tersebut mengakibatkan sistem persalinan alami berisiko tinggi, maka bayi dapat dilahirkan melewati tindakan operasi caesar.

Sekarang ada cara mengatasi miom pada ibu hamil tetapi tidak membahayakan janin yang dikandungnya,yaitu dengan mengonsumsi paket ekstrak teripang dan Mikroalga yang terdapat pada obat herbal kista dan miom Jelly gamat dan spirullina pasifica.