Pare merupakan sayuran populer di Cina (dengan nama Ku gua),Taiwan,Vietnam,India,dan Filipina. Pare biasanya dimasak sebelum dimakan.Pare selalu digunakan sebagai obat,di negara manapun pare tumbuh.Pengobat tradisional dari Amazon sampai penyembuh Ayurvedic menggunakan Pare untuk pengobatan diabetes melitus.kandungan vitamin C dan zat besi pada pare cukup tinggi.

Khasiat tanaman pare

Buah pare mengandung fixed oil,senyawa menyerupai protein insulin (Polipeptida P atau insulin sayuran),glikosida(momordin dan charantin),alkaloid(momordicine),elasterol,hydroxytryptamine,asam folat,vitamin (C,A,B,B12,E),mineral(Zink,kalium,kalsium,magnesium,zat besi,fosfor,mangan,tembaga),panthotenic acid,lutein,likopen,dan serat.Peptida yang menyerupai insulin dapat menurunkan kadar glukosa di darah dan urine.Cara kerja protein yang menyerupai insulin dalam menurunkan kadar glukosa darah daripada tolbutamide.

Khasiat penting

Buah pare rasanya pahit,sifatnya dingin,masuk meridian jantung,hati dan paru,serta berkhasiat sebagai antiradang.Buah pare yang belum masak bekhasiat menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik),peluruh dahak,membersihkan darah dari racun,meningkatkan nafsu makan(stomakik),pereda demam,dan penyegar badan.Buah yang telah makan berkhasiat tonik pada lambung,antikanker terutama leukimia,dan peluruh haid.

Buah pare dimanfaatkan untuk membantu pengobatan diabetes melitus,batuk berdahak,radang tenggorokan,haus karena panas dalam,pingsan karena udara panas(heat stroke),mata sakit dan merah,demam,malaria,infeksi cacing gelang,tidak nafsu makan,disentri,rematik gout,batu saluran kencing,ASI sedikit,nyeri sewaktu haid(dismenore),mengobati psoriasis,jerawat dan sariawan.

Daun pare berkhasiat Peluruh haid,pencahar,perangsang muntah,pereda demam.Daun pare digunakan untuk membantu mengatasi terlambat haid,radang hati,radang usus,kencing nanah,sifilis,penyakit limfa,kolik,campak,luka,abses,bisul,erisipelas,sembelit,tidak nafsu makan,demam,dan cacingan.

Biji pare mempunyai khasiat menghambat infeksi HIV-1 pada T limfosit dan monosit,serta menghambat replikasi virus pada sel yang terinfeksi.Juga mempunyai efek androgenik dan menghambat produksi sperma,membantu pengobatan penderita cacingan,disfungsi ereksi,dan kanker.

Cara penggunaan

Untuk dimakan,buah pare yang belum matang sebanyak 200 gr direbus,kukus,dibuat jus,atau ditumis dengan campuran masakan lain.Daun pare bisa direbus,dimasak layaknya sayuran,digunakan segar sebagai campuran salad,atau diseduh dan diminum seperti teh.Pada pemakaian luar,daun pare digiling halus lalu dibubuhkan pada luka bakar,bisul,abses,eksim,skabies,digigit serangga,biang keringat,menyuburkan rambut bayi danĀ  melancarkan keluarnya ASI.

Perhatian khusus

  • Mengonsumsi beberapa buah pare atau 6-8 ons jus buah pare segar sekaligus menyebabkan rasa nyeri di perut atau diare.
  • Penderita dengan organ limpa dan lambung yang lemah serta dingin,jika makan buah pare akan menimbulkan sakit perut,muntah,dan diare. Orang dengan nafsu makan yang tidak bagus juga jangan makan pare terlalu banyak.
  • Walaupun pare relatif aman dikonsumsi dengan dosis rendah,tetapi pemakaian lebih dari 4 minggu tidak dianjurkan.
  • Ibu hamil dilarang minum rebusan daun pare dan buah pare.hal ini karena kandungan zat aktifnya,alpha dan beta monorcharins akan menstimulasi rahim(uterus) dan menyebabkan keguguran.

Catatan penting tentang pare

  • Untuk pengobatan kudis,pengobat Ayurvedic menggunakan jus daun pare untuk mengompres bagian tubuh yang gatal-gatal.
  • Di India,tanaman pare digunakan untuk pengobatan wasir,perut nyeri dan kembung,demam,infeksi cacing,dan penyakit kulit terutama kudis.
  • Di Filipina,buah pare sudah digunakan sejak berabad lalu untuk pengobatan diabetes mellitus,leukimia,asma,gigitan serangga,gangguan siklus haid,dan gangguan lambung.
  • Di Cina,digunakan untuk pengobatan infeksi saluran cerna,batuk,bronkitis,sakit tenggorok,dan membantu pengobatan kanker payudara.
  • Efek menurunkan kadar glukosa darah dari jus pare segar telah terbukti dengan penelitian pada binatang dan manusia.
  • Untuk pengobatan diabetes mellitus,konsumsi setiap hari 1 buah pare ukuran sedang yang direbus sebentar.Akan lebih sempurna bila diblender bersamaan dengan 1 buah apel malang dan 1 cangkir air,minum sekaligus sesaat sebelum makan.Terlebih dahulu,rebus parenya sebentar. Konsumsi selama 4 minggu lalu hentikan selama 1 minggu,baru dimulai kembali.
  • Pada pare juga ditemukan protein antivirus.Dua dari protein tersebut ditemukan pada biji,buah,dan daun pare.Protein ini terbukti dapat menghambat virus HIV in vitro(penelitian dengan tes tabung).pada 1996,peneliti tersebut mendaftarkan hak paten penemuannya dengan nama”MAP 30″,yaitu protein yang diisolasi dari ekstrak buah dan biji pare.
  • Untuk mengurangi rasa pahit,cuci buah pare yang telah dipotong-potong dengan air garam atau rebus sebentar di air yang telah ditambah sedikit garam.