Cara aman mengatasi dan menyembuhkan kanker perut dan tumor lambung secara alami  dengan gamat  sebagai alternatif  pengobatan untuk kanker perut ini.

Obat alami kanker perut dan tumor lambungMendengar kata kanker terasa begitu angker! apalagi mendengar kabar dari dokter bahwa kita didiagnosa kanker,pasti rasanya seperti mendengar petir di siang bolong.

Bagaimana tidak pasti dalam bayangan kita sel-sel yang tidak normal sedang menggerogoti tubuh kita dari dalam dan sedikit demi sedikit merusak fungsi organ vital kita,dan sudah bisa di bayangkan selanjutnya? kematian…!!!

Tapi manusia dengan akal yang telah diberikan Tuhan diwajibkan untuk berusaha dengan segala upaya untuk mengatasi penyakit ini.Manusia tidak boleh menyerah dan pasrah dengan keadaan.Ujian itu harus bisa dilalui oleh manusia untuk meningkatkan derajatnya.Karena dengan mendayagunakan akal untuk kesejahteraan manusia adalah mulia.

Kembali ke laptop!! Bicara tentang kanker lambung,jenis kanker ini pun tidak bisa dianggap remeh,karena semua jenis kanker adalah angker. Disini kita akan  membahas sedikit tentang kanker lambung,dari penyebab,gejala,dan pengobatan yang aman untuk kanker lambung(perut) ini.

Kanker perut

Kanker perut dan tumor lambung terjadi ketika sel sel di perut kita tumbuh dan berkembang secara tidak normal.Sel di produksi secara berlebihan dari yang di perlukan.Dan sel sel yang lama pun tidak mati pada waktunya.Sel-sel abnormal inilah yang akan membentuk tumor kanker.Tumor biasanya bisa di hilangkan,tapi tumor kanker yang tidak ditangani akan menyebar keseluruh tubuh.

Bagaimana gejala kanker perut

Gejala awal dari kanker perut adalah gangguan pada pencernaan,dan ketidaknyamanan perut pada umumnya.Ini mempersulit diagnosa awal penyakit ini.Gejala lain dari kanker perut adalah turunnya berat badan,mual,mulas,muntah,perut kembung,sakit perut,kelelahan,tinja berdarah,penyakit kuning dan sulit menelan.

Faktor resiko kanker perut

Belum jelas penyebab pasti dari kanker perut,tapi ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang mengalami kanker perut,misalnya diet asin tinggi,makanan yang langsung dipetik,merokok,kurang konsumsi buah dan sayuran,sejarah sakit keluarga,radang lambung,usia diatas 72 tahun,pernah terinfeksi helicobacter plori,memiliki anemia pernisiosa,yang semuanya itu dapat meningkatkan resiko kanker perut.

Ras juga memainkan peran dalam pengembangan kanker perut ini,Afro amerika,Orang asia,pasifik dan hispanik mempunyai resiko yang lebih besar dibandingkan ras yang lain.

Jenis Kanker perut

Ada 4 jenis kanker perut,tiap jenis di tentukan oleh sel-sel tumor yang menciptakannya.

Adenokarsinoma adalah kanker yang paling umum dari kanker perut(lambung),terhitung 90% dari semua kasus kanker lambung.Adenokarsinoma adalah kanker dari sel-sel kelenjar yang melapisi lambung dan melindunginya dari asam pencernaan.

Limfoma,adalah tipe kanker yang jarang dari kanker perut,yang menyerang sel-sel kekebalan di dinding perut.

Bentuk lain dari kanker perut yang juga jarang terjadi adalah karsinoid yang memproduksi sel-sel hormom lambung.

Diagnosis kanker perut

Untuk sampai pada diagnosis kanker lambung(perut).dokter akan melakukan tes pisik,penyinaran sinar X dengan cairan barium sehingga tumor akan terlihat,endoskopi dimana tabung cahaya dimasukkan kedalam mulut,tenggorokan dan masuk ke perut.Setiap tempat yang dicurigai terdapat kanker akan di biopsi.Jika dokter mengidentifikasi kanker telah menyebar,tes lebih invasif seperti pembedahan bisa dilakukan.

Namun demikian sekarang ada cara yang lebih aman untuk mengatasi dan menyembuhkan kanker perut dan tumor lambung secara alami dengan gamat  sebagai alternatif pengobatan untuk jenis kanker perut ini.

Tiga hari mengkonsumsi jelly teripang, kondisi tubuh Retno mulai membaik. Badan saya lebih fit dan tidur lebih nyenyak, katanya. Keesokan harinya Retno memeriksakan diri. Saat diperiksa, dokter menyatakan kondisi lambungnya sudah membaik”

Testimoni pasien yang telah sembuh dari kanker lambung dengan Jelly jelly gamat

Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006 08:06:42

Tumor lambung itu datang dengan isyarat ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air. Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan 41 tahun itu seperti tersumbat. Betapa sulitnya bernapas saat itu. Ia merasa maut menjemput sehingga dengan terbata-bata meminta maaf kepada suami. Mendengar kata-kata sang istri, Danu Ismedi-suami Retno-hanya tertegun. Saya mengira istri saya terkena serangan jantung, kenang Danu.

Tak tega melihat penderitaan istri, keesokan harinya Danu bergegas membawa Retno ke dokter. Saran dokter, agar Retno diperiksa di Rumahsakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun sebelumnya, ibu dua anak itu mesti dirontgen dan cek darah.

Di rumahsakit rujukan, dokter spesialis penyakit dalam memeriksa hasil tes darah dan rontgen. Kesimpulan dokter: tak ada masalah pada jantung Retno. Dokter menduga, ia hanya menderita gastroartritis alias radang lambung. Oleh sebab itu, Retno hanya diberi resep obat untuk mengurangi mual dan kembung seperti yang diberikan pada penderita maag.

Endoskopi

Semakin hari derita Retno kian bertambah. Selain sesak napas yang semakin kerap kambuh, perutnya juga membuncit. Di kantor, banyak rekan yang menyangka saya hamil, ujar Retno. Dua pekan kemudian, Danu membawa Retno ke salah seorang kerabatnya yang juga dokter spesialis penyakit dalam. Hasil diagnosis kerabatnya itu pun sama: Retno hanya menderita gastroartritis.

Karena tak ada gejala membaik, Retno mencoba pengobatan alternatif. Sambil mengkonsumsi obat dokter, ia juga mengasup herbal. Sayang, sebulan mengkonsumsi herba itu tak juga mengurangi derita Retno. Ia pun mencoba pengobatan alternatif berupa terapi aura. Hasilnya sama, tak ada perubahan berarti.

Retno kembali berkonsultasi dengan dokter klinik di tempatnya bekerja. Dokter menyarankan untuk menemui salah seorang dokter spesialis penyakit dalam lainnya di rumahsakit tempat ia memeriksakan diri pertama kali. Karena penasaran, akhirnya Retno menuruti.

Pada Mei 2005, Retno menemui dokter yang disarankan itu. Ia pun menceritakan keluhan dan aneka pengobatan yang tak kunjung menyembuhkan penyakitnya. Sang dokter akhirnya menyarankan untuk dilakukan endoskopi. Setelah dibius, sebuah kamera mikro dimasukkan ke mulut Retno. Secara perlahan kamera itu menyusuri kerongkongan.

Dibakar

Ketika kamera mencapai lambung, dokter melihat kejanggalan. Pada dinding lambung terdapat beberapa benjolan. Pada lambung istri Anda terdapat polip, kata Danu menirukan ucapan dokter. Menurut dr Arijanto Jonosewojo SpPD, spesialis penyakit dalam RS Dr Soetomo, Surabaya, polip lambung semacam tumor. Seperti halnya tumor, polip merupakan pertumbuhan sel dinding lambung (mukosa) yang abnormal. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan besar disebabkan faktor genetik, katanya.

Polip menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Akibatnya, perut kembung. Dalam jangka waktu tertentu, polip dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu harus segera ditangani. Pada tahap awal, pasien diberi obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mematikan sel tumor.

Jika sudah membesar, polip harus dibakar. Itulah yang ditawarkan dokter kepada Retno. Meski mulanya ngeri, akhirnya Retno menyanggupi. Pada Juni 2005, ia kembali menemui sang dokter. Setelah dibius, kamera mikro dan alat pembakar berupa batang elastis sebesar sapu lidi dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut. Ujung alat berbahan logam yang dipanaskan. Kemudian, ujung alat itu disentuhkan satu per satu pada benjolan-benjolan di dinding lambung hingga luruh.

Operasi itu berjalan singkat, hanya 15 menit. Setelah siuman, Retno diperbolehkan pulang. Agar benar-benar sembuh, Retno dibekali 3 obat berupa tablet dan 1 obat cair. Obat tablet dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 tablet; obat cair masing-masing 1 sendok makan. Selama penyembuhan, Retno mesti disiplin mengkonsumsi obat. Jika luput, terapi mesti dilakukan dari awal. Ia pun harus berpantang makanan yang menghasilkan gas saat dicerna di lambung, seperti kubis, daun singkong, cokelat, dan keju.

Setiap dua pekan, Retno memeriksakan diri. Tak terasa, delapan bulan sudah wanita kelahiran Bogor itu menjalani proses penyembuhan. Selama itu pula ia terus-menerus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Namun, kesembuhan tak juga menghampiri. Buktinya saya harus minum obat terus. Berarti lambung saya belum sembuh, katanya.
Pada Maret 2006, ia membaca Trubus yang memuat artikel tentang khasiat jelly teripang untuk mengobati penyakit lambung. Karena berharap sembuh, Retno pun menghubungi salah satu agen dan memesan jelly teripang. jelly gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Khawatir menimbulkan efek buruk, Retno berhenti mengkonsumsi obat dokter.

Tiga hari mengkonsumsi jelly teripang, kondisi tubuh Retno mulai membaik. Badan saya lebih fit dan tidur lebih nyenyak, katanya. Keesokan harinya Retno memeriksakan diri. Saat diperiksa, dokter menyatakan kondisi lambungnya sudah membaik. Padahal, pada pemeriksaan sebelumnya, tak satu pun komentar itu terucap dari sang dokter. Ia pun tak dianjurkan lagi untuk memeriksakan diri. Untuk berjaga-jaga, dokter hanya meresepkan satu jenis obat.Klik cara pemesanan Jelly gamat

Antiangiogenesis

Keampuhan gamat mengusir tumor telah dibuktikan Tong Y, dkk, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, Cina. Tong mengisolasi saponin sulfat dari teripang Pentancta quadrangulari yang disebut philinopside A. Dengan menyuntikkan 2-10 mikroliter philinopside A pada aorta tikus, sanggup mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru (angiogenesis) pada sel tumor. Akibatnya, sel tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga sel urung berkembang dan akhirnya mati. Hasil itu membuktikan bahwa philinopside A pada teripang berpotensi sebagai

Antitumor.

Nun di Rusia, Popov AM, periset Pacific Institute of Bioorganic Chemistry, Far East Division of the Russian Academy of Sciences, Vladivostok, Rusia, juga meneliti khasiat teripang mengatasi tumor. Ia membandingkan efek sitotoksik antara teripang dan ginseng. Pada pemberian 5-20 mikrogram ginsenosida-karbohidrat pada ginseng-tidak memberikan efek sitotoksik yang signifi kan. Sedangkan glikosida dari teripang seperti echinosida A dan B, holothurin A dan B, holotoxin A1, dan curcumariosida G1, mempunyai aktivitas sitotoksik signifi kan. Hal itu mengukuhkan khasiat teripang yang berpotensi antitumor dan antikanker.

Beragam senyawa aktif yang terkandung dalam teripang itulah yang berperan mengatasi polip lambung alias tumor lambung. Dengan mengkonsumsi ekstrak teripang secara rutin, Retno Dewi Kurniati akhirnya sembuh dari derita polip lambung.Untuk pemesanan klik disini

(Imam Wiguna/Peliput: Vina Fitriani)

Nah demikianlah cara yang aman untuk mengatasi dan menyembuhkan kanker lambung secara alamiah dengan jelly gamat yang bisa menjadi alternatif untuk pengobatan kanker perut dan tumor lambung ini.