Tumor bisa dikarenakan oleh mutasi DNA didalam sel. akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut mengakibatkan timbulnya tumor. sesungguhnya sel kita mempunyai mekanisme perbaikan DNA ( DNA repair ) serta mekanisme yang lain yang mengakibatkan sel mengakibatkan kerusakan dirinya dengan apoptosis bila rusaknya dna telah terlampau berat. apoptosis yaitu sistem aktif kematian sel yang ditandai dengan pemisahan dna kromosom, kondensasi kromatin, dan fragmentasi nukleus serta sel itu sendiri. mutasi yang menghimpit gen untuk mekanisme tersebut umumnya bisa menyebabkan berlangsungnya kanker.

Sepanjang th. 1988–1990 tereatat sebanyak 112 pasien tumor otak beragam type yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto jakarta. beberapa dari pasien tumor otak tersebut memanglah pada awalnya ditemukan di klinik neurologi dikarenakan biasanya tunjukkan gejala-gejala yang karakternya neurologis.

Di kalangan medis biasanya telah dikenal trias tanda-tanda tumor otak yakni nyeri kepala, muntah serta ditemukannya edema papil pada kontrol fundus. namun sesungguhnya tanda-tanda klinis tumor otak kerap tidak sejelas itu, terlebih pada fase awal. tumor otak dapat berikan tanda-tanda klinis bermacam bergantung pada lokasi serta ukurannya. tanda-tanda itu dapat khas, namun dapat juga kabur, hingga apabila kita tidak waspada dapat terkecoh dengan dugaan yang salah.

Tumor otak dapat menyerang semua. umur, namun biasanya pada umur dewasa muda atau pertengahan, jarang dibawah umur 10 th. atau di alas 70 th.. beberapa pakar menyebutkan insidens pada lelaki semakin banyak di banding wanita, namun beberapa lagi menyebutkan tidak ada perbedaan insidens pada pria serta wanita. tanda-tanda umum yang berlangsung dikarenakan masalah fungsi serebral disebabkan edema otak serta tekanan intrakranial yang meningkat.Oleh karena itu kita butuh cara penyembuhan tumor dan kanker otak yang aman dan mumpuni.

Tanda-tanda spesifik berlangsung disebabkan destruksi serta kompresi jaringan saraf, dapat berbentuk nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, masalah mental, masalah visual dan seterusnya. edema papil serta defisit neurologis lain umumnya ditemukan pada stadium yang selanjutnya.