OE7J8FOi3Mj16vbxbClQri2NZQQ

Search results for obat alami (410)

Fenomena Angin duduk,Apa sih sebenarnya?

0

apa itu angin dudukNegara kita kaya akan istilah2 atau sebutan yang menggambarkan sesuatu.Misalnya ketika kita mendengar seseorang meninggal,dan kita tanya apa penyebabnya? mereka menjawab penyebabnya adalah ‘Angin duduk‘ atau masuk angin.Maksudnya “angin duduk’ itu apa sih..? apakah “angin duduk’ itu adalah angin yang menyerang kita saat kita  duduk,atau gimana gitu..? tentunya ada penjelasan yang lebih rasional untuk menjelaskan penyakit apa sebenarnya “angin duduk”itu.

Yang didefiniskan atau disimpulkan oleh masyarakat kita sebagai “angin duduk” jika terjadi satu atau beberapa gejala seperti ini:

1.Nyeri pada dada terutama di tengah atau di sisi kiri dada
2.Nyeri pada ulu hati (nyeri pada bagian perut lain)
3.Sesak pada perut atau merasa kembung yang luar biasa
4.Perut terasa tegang atau keras.

5.Adanya keluhan yang berciri :

  • Berkeringat dingin
  • wajah menjadi pucat
  • rasa sesak nafas atau rasa berat untuk bernafas
  • nyeri punggung, terutama di sisi kiri atas
  • sakit / nyeri pinggang
  • nyeri perut sebelah kanan atas, di bawah lengkung iga terbawah
  • pusing berputar ( vertigo ) atau rasa oyong-oyong
  • mual dan muntah
  • mencret
  • rasa mau buang angin tapi susah buang angin
  • rasa mau buang air besar tapi susah buang air besar
  • gangguan kencing, seperti : kencing tersendat-sendat, rasa ingin kencing tapi susah kencing, sebentar-sebentar kencing dalam jumlah sedikit, kencing kemerahan atau berdarah.

Istilah Angin duduk,dalam dunia kedokteran sebenarnya me ngarah pada penyakit jantung yang disebut SKA (Sindroma koroner Akut).SKA adalah salah saru manifestasi klinis dari PJK (Penyakit Jantung Koroner) yang paling sering mengakibatkan kematian.Kalau mendapati gejala masuk angin atau angin duduk ini,lazim di masyarakat kita untuk melakukan kerokan,minum tolak angin atau menggosokkan balsam di bagian tubuh yang terasa sakit,tapi bisa saja setengah jam kemudian penderita akan meninggal dunia.

Nah,jika mendapati Gejala seperti diatas,langkah paling baik adalah segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan bantuan kesehatan yang benar.Jangan anggap ringan “angin duduk” atau masuk angin anda,karena bisa jadi itu adalah Penyakit Jantung.

Akhirnya Obat Asma menahun yang lama tersimpan itu terungkap!

0

asma menahun dan obatnyaBagi penderita asma menahun,kegiatan ringan seperti naik tangga pun akan terasa berat. sehingga memerlukan Obat asma menahun yang aman untuknya.nafas terasa sesak dan ngos-ngosan.Apalagi dorong sepeda motor atau menyemprotkan spray anti nyamuk dalam ruangan,pasti akan terasa sesak dan megap-megap.

Di Indonesia kejadian asma sangat kerap terjadi,dari mulai usia kecil,dewasa sampai orangtua,dan cukup mengganggu kualitas hidup.Pada fungsi paru-paru normal bertugas menghirup dan melepaskan udara,tidak ada kesulitan pada paru-paru normal untuk menghirup dan melepaskan udara. Yang terjadi pada asma biasanya terjadi penyempitan pada saluran pernafasan.Saat terjadi asma ada alergen yang masuk dan mengaktifkan histamin.Histamin ada dalam tubuh kita,yang jika dilepaskan akan memicu alergi pada tubuh kita yang menyebabkan bronkus atau saliran nafas pusat mengalami penyempitan.Bersatunya Histamin dan reseptor inilah yang menyebabkan penyempitan pada otot saluran pernafasan.maka dibutuhkan Antihistamin untuk mencegah Histamin berikatan dengan reseptornya.

Itulah proses terjadinya asma pada saluran pernafasan kita.Dan jika hal ini terjadi lama sekali atau istilahnya menahun,maka harus segera ditangani dengan baik.Pada suatu serangan penyakit asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Namun kini rahasia Obat asma menahun itu mulai terungkap.Salah satu rahasia pengobatan asma tradisional ini bisa dengan menggunakan ekstrak teripang(sticchopus variegatus) atau biasa disebut dengan teripang emas.

Khasiat hewan laut filum Echinodermata itu telah dikenal berbagai bangsa di dunia sejak lama. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), teripang memiliki kandungan gizi lengkap. Antara lain 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. Semua bersatu-padu membangun kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

Kemampuan regenerasi sel teripang cepat, makanya bisa mengobati berbagai penyakit,? kata dr Pieter Pattinama, mantan direktur RS PGI Cikini, Jakarta. Dalam tubuh manusia regenerasi sel tetap berlangsung. Sel-sel pankreas yang rusak pada pengidap diabetes diperbaharui oleh antioksidan teripang. Kesembuhan penyakit gula juga berkat kehadiran mineral kromium pemacu kinerja insulin. Mineral ini berkerja dengan cara menyerap glukosa yang berlebih dalam darah dan menyedot glukosa masuk jaringan darah lebih cepat.Untuk info lebih lengkap silahkan klik disini.

Benarkah Anak bisa lahir dengan Asma jika sang Ibu kena flu?

0

flu dan kehamilanNah ini ada berita baru nih,ternyata ibu yang sedang terkena pilek atau flu saat hamil cenderung bisa mengakibatkan bayi lahir dengan resiko asma pada dirinya.Oleh karenanya di saat musim penghujan ini,ibu-ibu yang sedang hamil agar menjaga kesehatannya dengan baik,terutama dari serangan flu atau pilek.

Para peneliti menyebutkan, wanita hamil perlu mengambil tindakan pencegahan ekstra ketika orang di sekitarnya pilek atau bersin-bersin.

Semakin sering wanita hamil terkena pilek dan infeksi virus, maka semakin tinggi risiko bayinya mengalami asma. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology seperti dikutip Dailymail, Rabu (5/2/2014).

Para peneliti menemukan, infeksi dari ibu dan paparan bakteri selama kehamilan memengaruhi lingkungan bayi di dalam rahim. Sehingga meningkatkan risiko bayi mengembangkan alergi dan asma pada masa kanak-kanak.

Ahli Alergi dari  American College of Allergy, Asthma and Immunology Dr Mitch Grayson menjelaskan, kondisi ini juga sama pada anak-anak yang terpapar penyebab alergi sejak dini, seperti debu rumah dan bulu hewan peliharaan. Ini meningkatkan kepekaannya saat berusia 5 tahun.

Para peneliti ini mempelajari 513 wanita hamil di Jerman dan 526 anak-anaknya. Selama kehamilan serta ketika anak berusia 3 dan 12 bulan, dan setiap tahun hingga berusia lima tahun responden diberi kuesioner untuk diisi.

Jika orangtua memiliki alergi, anak memiliki kesempatan 75 persen terkena alergi. Jika salah satu orangtua alergi atau jika kerabat dekat memiliki alergi, anak memiliki 30 sampai 40 persen kesempatan menderita beberapa bentuk alergi.

Jika orangtua tidak memiliki alergi, peluang hanya 10 sampai 15 persen.Itulah berita terbaru yang saya dapatkan dari liputan6.com,jadi  dengan info ini mudah2an kita senantiasa bisa menjaga kesehatan kita dengan sebaik-baiknya,agar bayi yang akan dilahirkan kelak terbebas dari penyakit asma.Dan bagi anda yang sudah terlanjur menderita penyakit asma,bisa memilih obat alami penyakit asma untuk solusi mengatasi asma secara aman.

6 Hal Sederhana pemicu Asma

0

pemicu serangan asmaGa bisa ngomong deh kalo melihat salah satu keluarga kita ada yang sedang terserang penyakit asma,kasiaaan bener ngeliatnya.Udah seba salah kita menghadapinya kalo udah begitu.Sehingga Obat asma andalan tak bisa jauh-jauh dari dia.Sebenarnya apa saja sih pemicu serang penyakit asma itu? Berikut beberapa hal sederhana yang mungkin jadi pemicu atau penyebab datangnya serang asma tersebut.

Asma merupakan suatu kondisi kesehatan di mana saluran udara yang ada di dalam tubuh penderita meradang sehingga membuatnya sensitif terhadap zat-zat yang dapat memicu asma. Zat ini mampu menyebabkan penyempitan dan pembengkakan pada saluran udara dan meningkatkan produksi lendir sehingga tak jarang penderita asma kesulitan dalam bernapas.

Selain debu dan asap berbahaya, ternyata asma mampu dipicu oleh hal-hal kecil yang ada di sekitar Anda. Seperti dilansir dari huffingtonpost.com, inilah pemicu asma yang sering tidak Anda sadari.

Tikus
Selain hewan peliharaan, tikus ternyata juga dapat memicu asma. Pemicu alergi ini sudah banyak ditemui di kota-kota besar.

Kutu
Si kecil yang menjengkelkan ini selain dapat menyebabkan gatal, juga mampu memicu munculnya asma.

Kepik
Kepik mungkin merupakan serangga yang lucu. Namun sebaiknya penderita asma menjauhinya. Sebab kepik mampu mengeluarkan bau yang dapat memicu asma.

Jalanan macet
Stres akibat jalanan macet yang ditambah dengan naiknya polusi udara mampu memperparah penyakit asma. Oleh karena itu sebaiknya penderita asma menjauhi jalanan yang macet agar penyakit mereka tidak kambuh.

Rhinovirus
Rhinovirus merupakan sejenis virus yang umumnya menyebabkan flu. Namun tidak berhenti sampai di situ sebab ternyata virus ini juga dapat memicu asma. Agar Anda terhindar dari penyakit ini, sebaiknya cuci tangan Anda sebagai tindakan pencegahan.

Kegemukan
Kegemukan dan obesitas diketahui sebagai pemicu munculnya sejumlah masalah kesehatan seperti asma. Sebuah penelitian yang dilakukan di American Academy of Allergy Asthma and Immunology menemukan bahwa obesitas mampu memicu kenaikan serangan asma hingga 17%.

Asma adalah penyakit yang tidak dapat diduga kapan kambuhnya. Terutama apabila si penderita bersinggungan dengan pemicunya. Oleh karena itu apabila Anda menderita asma, sebaiknya hindari faktor pemicu asma di atas.

Dengan mengetahui pemicunya,menjadikan kita harus lebih aware memperhatikan keadaan penderita,jangan sampai hal-hal seperti disebut di atas mendekat pada mereka.Semoga bermanfaat ya…

Cara menghancurkan Kista,Miom tanpa pembedahan

1

kistaWanita dengan kista atau mioma tentu sangat menghawatirkan kemungkinan terjadinya pengangkatan kista atau mioma tersebut dengan jalan pembedahan atau operasi,sehingga mereka menjadi stress,dan malah dengan stress yang bertambah ini akan mengakibatkan kista/miom tersebut akan membesar.

Selain itu operasi bedah miom juga tidak boleh dilakukan,manakalasang ibu sedang hamil Karena miom adalah tumor yang terletak pada rahim, sehingga pengangkatan miom jelas menimbulkan pendarahan dan langsung mengganggu rahim serta janin. Pengangkatan miom biasanya dilakukan minimal 3 bulan setelah persalinan, yaitu ketika kondisi rahim sudah kembali seperti semula.

Hal ini berbeda dengan Kista yang masih bisa dilakukan upaya pembedahan,meskipun sedang mengandung.Meski sedang hamil, seorang ibu dapat melakukan operasi pengangkatan kista. Tindakan ini tidak secara langsung mempengaruhi rahim dan janin di dalamnya, karena kista terletak pada ovarium atau indung telur, yang posisi dan aliran pembuluh darahnya terpisah dari rahim. Keputusan dilakukannya operasi atau tidak, amat ditentukan oleh ukuran dan jenis kista.

Namun tentu hal ini tetap saja mengkhawatirkan bagi kaum perempuan.Upaya pembedahan akan menjadi jalan terakhir bagi mereka,manakala masih ada cara lain atasi kista,miom tanpa pembedahan sama sekali.Upaya menghancurkan kista dan mioma banyak ragam caranya.Salah satunya adalah dengan konsumsi Obat herbal.

Obat herbal untuk Kista miom yang sedang banyak  dicari orang saat ini adalah jelly gamat Gold G dan Cyano spirullina karena merupakan Obat kista miom tradisional No.1 paling aman dan mujarab karena terbuat dari bahan-bahan alamiah sehingga tidak membahayakan bagi ibu hamil dan janin yang sedang dikandung dan bisa dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa efek samping negatif.

Bila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnRH analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari massa tumornya. Jika terjadi komplikasi dan timbul perdarahan, perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus.

Operasi pembedahan: dengan histerektomi (pengangkatan kandungan) jika tidak ada rencana hamil lagi, atau miomektomi (mengangkat miomnya saja) pada usia reproduksi/masih rencana hamil. Namun jika massa tumor terlalu besar atau luas, kadang tidak memungkinkan hanya dilakukan pengangkatan massa tumor, sehingga tetap dilakukan histerektomi.

Kisah sembuh dari penyakit Mioma/fibroid uterus

Majalah Trubus, Oktober 2009

solusi hancurkan kista tanpa bedahAKIBAT MIOMA BERDIAMETER 7 CM, DOKTER HANYA MEMBERI SATU PILIHAN BAGI ENDANG SUJIATI: PENGANGKATAN RAHIM . Endang Sujiati ingat persis kejadian pada April 2007. Darah tak henti menetes sehingga ia mengira menstruasi. ‘Rasanya perut bagian bawah seperti diremas. Sakitnya seperti melahirkan,’ kata ibu 3 anak itu. Lima hari lamanya ia harus bergelut dengan penderitaan itu.

Sang suami, Heri Haryadi, iba melihat kondisi Endang sehingga bergegas ke sebuah rumahsakit di Tanjungpandan, Provinsi Bangka Belitung. histerektomi alias pengangkatan kandungan agar mioma tak membesar.Untuk pemesanan paket jelly gamat dan Spirullina klik cara pembelian

Otot Polos

Ia mencari opini kedua, berharap diagnosis pertama itu keliru. Sayang, dokter di sebuah rumahsakit di Jakarta mendiagnosis serupa. Perempuan kepala tata usaha Sekolah Menengah Kejuruan di Tanjungpandan itu pasrah. Baginya tak ada pilihan lain sehingga bersiap menjalani operasi.

Menurut dr Taufik Jamaan SpOG di Menteng, Jakara, mioma adalah tumor jinak jaringan otot. Acap kali mioma diartikan sebagai tumor jaringan otot polos rahim. Letaknya di organ reproduksi wanita. Jumlah reseptor estrogen pada jaringan mioma lebih tinggi dibanding jaringan otot kandungan sehingga mioma membesar. Bobotnya bervariasi dari beberapa gram hingga 5 kg. Tumor itu banyak menyerang perempuan dalam masa subur dan jarang terjadi setelah menopause.

Namun sekarang ada obat alami yang aman untuk mengatasi miom ini secara alamiah yaitu dengan mengkonsumsi obat alami jelly gamat dan obat herbal spirulina secara bersamaan.

Itulah yang terjadi pada Endang yang saat itu berusia 53 tahun. Sepuluh hari menjelang operasi, Endang menginap di rumah seorang kerabat. Ketika menunggu waktu operasi itulah sang kerabat menyarankan Endang untuk mengkonsumsi ekstrak teripang dan spirulina. Keduanya membantu penyembuhan seorang rekan dari mioma. Endang pun mengkonsumsi sesendok makan ekstrak teripang 3 kali sehari. Pada saat bersamaan ia juga menelan 10 tablet spirulina 3 kali sehari.

Dua hari berselang, Endang merasakan bagian bawah perutnya berdenyut lebih dari 3 kali. Setelah itu gumpalan-gumpalan darah berwarna hitam berdiameter 1 – 2 cm keluar. Endang semula kaget. Namun, sang kerabat meyakinkan bahwa itu mioma yang mulai digerus oleh ekstrak teripang. Endang pun melanjutkan konsumsi ekstrak teripang.

Urung

Pada hari ditentukan operasi, Endang berangkat ke rumahsakit. Namun, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan diameter mioma mengecil, hanya 5 cm. Oleh karena itu ahli medis memutuskan operasi batal dan menyarankan Endang berobat jalan. Keputusan dokter itu makin meneguhkan nenek 6 cucu itu untuk meneruskan konsumsi ekstrak teripang dan spirulina.Untuk pemesanan klik cara pemesanan

Pemeriksaan pada April 2008, ‘Dokter menyatakan rahim saya sudah bersih dari mioma,’ kata perempuan kelahiran 25 Oktober 1954 itu. Untuk menjaga kesehatan ia melanjutkan konsumsi 1 sesendok makan teripang dan 5 tablet spirulina per hari.

Bukti empiris itu sejalan dengan hasil riset AM Popov, peneliti di Institut Pasifik untuk Kimia Bioorganik Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Popov membuktikan teripang berefek sitotoksik alias pembunuh sel kanker berkat kandungan glikosida seperti echinosida A dan B, holotoksin A1, holothurin A dan B, serta curucumariosida G1. Glikosida merupakan senyawa alami yang bersifat antitumor dan antikanker.

Kandungan filinopsida A dalam teripang pun ampuh menekan pertumbuhan tumor. Musababnya filinopsida bersifat antiangiogenesis alias mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru. Akibatnya sel tumor gagal berkembang dan mati akibat tak mendapatkan pasokan nutrisi. Itu masih diimbangi oleh khasiat spirulina yang kaya antioksidan. Tak heran, mioma Endang urung berkembang dan tergerus hilang tak berbekas.(Faiz Yajri)Untuk pemesanan klik cara pemesanan.

Itulah salah satu solusi alternatif menghancurkan kista tanpa pembedahan dengan hanya mengonsumsi secara rutin Jelly Gamat Gold G dan Cyano spirullina.Semoga bermanfaat..

Cara mengecek kita kena Kista Ovarium,miom atau tidak

0

cara mengecek kistaAduuh perut bagian bawahku sering sakit nih,siklus menstruasiku bulan ini sering tidak teratur…begitu biasanya keluhan banyak wanita yang terindikasi kista atau miom.Namun tidak jarang mereka menganggapnya hanyalah sebagai sakit perut biasa atau sakit maag saja.Lalu bagaimana cara kita mengecek kalau kita itu terkena kista ovarium atau miom apa tidak? berikut ini ada info menarik yang saya dapatkan di detik.com mengenai permasalahan ini.Berikut ulasannya…

Kista ovarium adalah satu penyakit yang mengintai perempuan. Tentunya tidak ada seorang perempuan pun yang ingin dihinggapi kista, terlebih di ovariumnya. Nah, bagaimana gejala kista ovarium?

“Gejala nggak khas atau spesifik,” kata dr Sita Ayu Arumi, SpOG dari RSU Bunda Jakarta dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/12/2013).

dr Sita menjelaskan, kista yang ukurannya kecil memang tidak bergejala mencolok. Biasanya saat kista sudah membesar, di mana ukurannya lebih dari empat centimeter, bisa teraba dari luar.

Magforwoman pernah merilis, saat kista ovarium sudah membesar, salah satu gejalanya adalah sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena kista yang membesar membuat kandung kemih tertekan, sehingga mengurangi kapasitasnya. Disebutkan pula gejala lain kista ovarium adalah nyeri panggul selama dan setelah menstruasi. Nyeri juga bisa dirasakan saat berhubungan intim. Selain itu perut terasa begah sehingga muncul rasa mual.

Terkadang, kista diketahui saat seorang perempuan sering merasa sakit ketika menggerakkan perutnya. Hal ini terjadi akibat adanya robekan kista, tegangan, atau perdarahan ke dalam kistanya sendiri. Saat merasa sakit, perempuan akan datang ke dokter dan kista terdeteksi saat dilakukan USG.

“Setiap kista gejalanya beda tapi memang biasanya enggak ada gejala, keculai kalau sudah besar. Kalau kista endometriosis itu gejalanya nyeri haid. kalau sudah menuju ke arah ganas, gejalanya biasanya itu perut membesar dan penurunan berat badan. Tapi kista yang tidak ganas paling hanya terasa benjolan aja, teraba dari perut,” papar dr Sita.

Selain kista, dikenal pula mioma dan polip. Apa bedanya? “Kista itu kan benjolan berisi cairan. Kalau mioma itu tumor padat. Dia bersifat khas yaitu berasal dari uterus, bukan rahim. Tergantung dari posisinya, rahim itu kan ada tiga lapisan, luar, serosa, dan mukosa,” terang dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dari RSUD Leuwiliang Bogor, saat dihubungi terpisah.

Umumnya mioma tumbuh di mukosa sehingga banyak orang yang punya mioma di mukosa ini mengalami pendarahan hingga anemia. Jika mioma terdapat di mukosa, maka harus diangkat bersama dengan rahimnya. Karena itu pasien jadi tidak haid dan tidak bisa hamil.

“Kalau mioma di serosa tambah lama tambah besar dan itu bisa diangkat tapi tidak harus dengan rahimnya,” jelas dr Irfan.

“Sedangkan polip itu tumor yang bertangkai. Misalnya di kandungan ada polip endometrium (leher rahim). Jadi tangkainya di leher rahim, tumornya di mulut rahim. Keluhannya biasanya gangguan haid. Untuk mengatasinya cukup diangkat sampai ke akarnya ya sudah beres,” imbuhnya.

Itulah nukilan informasi yang bisa saya bagikan kepada anda,yang saya dapatkan dari situs detik.com. Mudah2an info ini bisa sangat berguna bagi anda yang memang sangat memerlukan semua informasi yang terkait dengan hal ini.Sehingga kita bisa mengantisipasi sejak dini,dan dapat melakukan pengobatan kista miom tanpa harus operasi….

Apa saja sih penyebab Kista itu?

0

Banyak wanita yang khawatir dirinya terkena kista.Namun tidak jarang mereka tidak mengetahui apa yang menyebabkan kista bisa timbul pada diri mereka.Kalau kita mengetahui penyebabnya sejak awal,mungkin kita bisa melakukan tindakan pencegahannya sejak dini bukan? Baiklah kita ulas mengenai seluk beluk terjadinya kista ini..

Penyakit kista merupakan penyakit yang banyak menyerang kaum wanita. Kista sendiri merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada di indung telur. Penyakit kista ini sebenarnya merupakan penyakit tumor jinak, karena kebanyakan penanganannya tidak melalui operasi besar. Namun berdasarkan tingkatan keganasan, penyakit kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Kista non-neoplastik, yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan

2. Kista neoplastik, kista ini umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya

Menurut Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, kista tidak hanya dapat tumbuh di ovarium atau indung telur wanita saja, tetapi juga dapat tumbuh di paru-paru, usus dan bahkan di otak. Penyakit kista dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu.

Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron.

Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.

Penyakit kista juga bisa dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.

Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.

Walaupun penyakit kista ini termasuk penyakit jinak, tatapi penyakit ini memiliki potensi untuk menjadi penyakit ganas. Dan apabila sudah menjadi seperti itu maka harus ditangani serius. Meskipun toh belum ganas, kista jika terplintir akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat perih.

Beberapa gejala timbulnya penyakit kista adalah rasa nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

UPDATE: Saat ini sudah ada cara untuk mengatasi dan mencegah penyakit kista bahkan kanker serviks. Yaitu menggunakan pembalut herbal yang mengandung antiseptik.

Cara Mengenali Kista,Ciri dan gejalanya

0

kista,ciri dan gejalanyaKaum wanita rentan terhadap penyakit reproduksi. Penyakit gangguan reproduksi pada kaum hawa ini banyak macamnya,seperti mioma,endometriosis,dan tentu saja Kista. Bagaimana cara kita mengenali Kista yang ada dalam tubuh kita? berikut ulasannya…

Kista merupakan kantong cairan yang membesar dan menempel di indung telur, namun bisa juga di kulit, paru-paru, beresiko pecah. Untungnya, pertumbuhan kista biasanya perlahan-lahan. Ukuran kista bervariasi, mulai 2 cm hingga lebih dari 40 cm, dengan berat mencapai 8 kg. Kista sering ganas atau menjadi kanker pada ibu di atas usia 45 tahun.

Ada 2 macam kista, yaitu kista non neoplastik dan kista neoplastik. Turunannya adalah:

  • Kista fungsional. Paling sering terjadi, biasanya tidak berbahaya. Ukuran tidak lebih dari 5 cm, bisa mengecil sendiri dalam 1-3 bulan.
  • Kista serosum. Berisi cairan bening seperti perasan kunyit. Pembesarannya dipengaruhi siklus haid karena saat haid terjadi penambahan jumlah cairan dalam indung telur. Sering berubah menjadi kanker indung telur atau kanker ovarium, penyebab kematian nomor 2 perempuan Indonesia, setelah kanker payudara dan mulut rahim.
  • Kista musinosum. Berisi cairan lendir mirip kanji yang bila pecah membuat lengket organ perut. Selain berbahaya, juga sulit diambil.
  • Kista dermois. Cairan kista seperti mentega. Kandungannya bukan hanya cairan, tapi juga partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa kulit. Merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria atau wanita, bila m”meletus” selain lengket, benda-benda isi cairan bisa masuk ke perut sehingga sakit luar biasa.

Sebagian besar kista “datang” tanpa gejala. Seringkali diketahui secara kebetulan saat pemeriksaan dokter.
Rasa sakit yang kuat baru terasa bila kista mengalami komplikasi seperti terpelintir atau pecah. Biasanya jika diameternya lebih dari 5 cm.

Masih bisa hamil!

Kista kecil dan jinak tidak mempengaruhi kesuburan.
Bila kista hinggap di salh satu indung telur, karena kita memiliki sepasang indung telur, masih ada satu indung telur lainnya yang sehat sehingga bisa hamil.

Kasus kista yang menyebabkan tidak bisa hamil adalah jika kista berkembang menjadi kanker indung telur. Organ reproduksi (indung telur atau rahim) harus diangkat.

Pemeriksaan dan Pengobatan.

  • Kista dideteksi melalui pemeriksaan USG, riwayat penyakit (misalnya mengalami nyeri haid atau tidak), pemeriksaan fisik, laboraturium, dan bila perlu, MRI dan CT Scan.
  • Pada banyak kasus, kista indung telur tidak perlu penangangan medis atau operasi, karena akan hilang sendiri.
  • Kista kecil (kurang dari 5 cm), harus dipantau setiap 3 bulan sekali.
  • Operasi dilakukan bila kista indung telur membesar dan menimbulkan keluhan akibat peregangan organ skeitarnya.
  • Jika kista mengerah ke kanker, hasil pemeriksan tumor marker tinggi, akan dinyatakan kemungkinan kanker.
  • Bila kista ditemukan pada kehamilan, waktu tepat opreasi adalah di usia kehamilan 4- bulan, manakalan plasenta sudah terbentuk sehingga berisiko keguguran kecil.
  • Tingkat kesembuhan tergantung jenis kista. Kista neoplastik jinak bisa disembuhkan. Tetapi kista ganas belum pernah dinyatakan sembuh total karena selalu ada kemungkinan kambuh.

Demikianlah info singkat tentang kista yang bisa kita ketahui agar kita lebih aware terhadap kesehatan reproduksi kita,dan bila mendapati gejala tersebut di atas,kita bisa segera melakukan tindakan dan pengobatannya lebih dini.Pengobatan Kista tradisional pun kini sudah makin diminati,karena faktor keamannya.

Berbahayakah Penyakit Miom?

0

bahaya miomMungkin anda sudah tidak asing lagi dengan Istilah Miom,mioma atau Mium.Tapi tidak sedikit pula yang tidak faham apa itu penyakit Miom dan bahayanya seperti apa terhadap kesehatan kaum hawa.Berikut ini kami akan ulas tentang bahaya penyakit Miom tersebut…

Miom adalah istilah medis untuk tumor dinding rahim. Asal muasalnya sel otot dibanding rahim, namun berubah menjadi tumor dan menempel di otot dinding rahim tersebut. Berukuran sebesar kacang polong sampai sebutir angggur, miom kenyal dan bisa tumbuh cepat atau lambat, sehingga awalnya satu, lama-lama banyak. Untungnya, menurut medis statistik sebagian besar kasus miom tidak berbahaya, karena jarang berubah menjadi kanker.

Gejala dan tanda adanya miom. Jika ukurannya kecil, adanya miom di tubuh sulit dideteksi. Namun bisa cukup besar, akan timbuil gejala:

• Nyeri perut atau pinggul.
• Perut tersa penuh dan kadang membesar seperti wanita hamil.
• Nyeri saat bersenggama.
• Gejala anemia karena kehilangan darah haid.
• Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
• Tekanan pada panggul.
• Gangguan haid seperti tidak teratur, nyeri, dna pendarahan tidak normal (lebih banyak atau lebih lama).

Kesempatan untuk  hamil. Berkurang jika, miom tumbuh di saluran leher rahim, kerena leher rahim menjadi kecil dan menghambat masuknya sperma ke rahim sehingga mempersulit pembuahan. Jadi miom harus dihilangkan dulu. Miom juga akan membuat sulit hamil, jika tumbuh di dinding rahim karena menghambat “penanaman” atau implantasi sel telur yang telah dibuahi di sana.

Kehamilan dengan miom.
Perlu berhati-hati. Pada trimester pertama ada ancaman keguguran sebab miom yang membesar akan mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim. Bila kehamilan berlanjut, miom dapat mendesak janin sampai plasenta previa (plasenta tumbuh di bawah rahim) dan pendarahan persalinan.

Dengan mengetahui bahaya penyakit miom tersebut,tentu kita akan lebih berhati-hati dalam mencegah timbulnya miom pada rahim kita dan cara pengobatan miom apa saja yang bisa kita ambil,tanpa harus melakukan operasi dan tidak menutup peluang anda untuk kembali hamil dan punya anak lagi.

Efek melakukan Transfusi darah Berulang pada penderita Thalasemia

0

efek samping transfusi berulangTidak bisa dipungkiri jika kegiatan melakukan transfusi darah pada penderita Thalasemia tidak bisa dihindari lagi.Sebagaimana kita ketahui sel darah merah pada penderita talasemia tidak bisa bertahan dalam jangka waktu yang normal (sekitar 120 hari).Sel darah merah yang cepat rusak tersebut mau tidak mau harus dibantu dengan darah segar yang baru lagi,melalui proses transfusi.

Pasien thalassemia bergantung pada transfusi untuk mempertahankan kadar hemoglobin (Hb) yang cukup bagi oksigenasi jaringan. Terapi diberikan secara teratur untuk mempertahankan kadar Hb di atas 10 gr/dL. Regimen ini mempunyai keuntungan klinis yang nyata, sebab memungkinkan pasien beraktifitas normal dengan nyaman, mencegah ekspansi sumsum tulang dan masalah kosmetik progresif yang terkait dengan perubahan tulang-tulang muka, dan meminimalkan dilatasi jantung dan osteoporosis. Meskipun begitu, tindakan menaikkan kadar Hb hingga melebihi 15 gr/dL tidak dianjurkan.

Keputusan untuk memulai program transfusi didasarkan pada kadar Hb < 8 gr/dL dalam interval 1 bulan selama 3 bulan berturut-turut, yang berhubungan dengan pertumbuhan yang terganggu, pembesaran limpa, dan atau ekspansi sumsum tulang.

Sebelum dilakukan transfusi pertama, status besi dan folat pasien harus diukur, vaksin hepatitis B diberikan, dan fenotip sel darah merah secara lengkap ditentukan, sehingga alloimunisasi yang timbul dapat dideteksi. Transfusi dengan dosis 15-20 mL/kgBB Packed Red Cells (PRC) biasanya diperlukan setiap 4-5 minggu.

Pada pasien thalassemia juga diberikan vitamin C, vitamin E, dan asam folat. Pemberian vitamin C 100-250 mg/hari bertujuan untuk meningkatkan ekskresi besi dan hanya diberikan pada saat kelasi besi saja. Asam folat 2-5 mg/hari diberikan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, dan vitamin E 200-400 IU/hari bertujuan untuk memperpanjang umur sel darah merah.

Pemeriksaan kadar feritin juga perlu dilakukan setiap 1-3 bulan untuk memantau kadar besi dalam darah.

Dampak Transfusi

a. Reaksi Tipe Cepat

Hemolisis Intravaskular Akut.
Terjadi karena transfusi sel darah merah yang tidak kompatibel, sehingga terjadi hemolisis. Hemolisis tersebut disebabkan oleh antibodi yang terdapat di dalam plasma darah pasien. Hal ini sering terjadi karena kesalahan penulisan formulir permintaan darah, pemberian label yang salah pada tabung sampel yang dikirim ke bank darah, dan pengecekan darah yang kurang memadai terhadap identitas pasien sebelum transfusi dimulai. Pasien thalassemia memiliki risiko lebih besar untuk menerima darah yang salah jika sering berganti rumah sakit.

Pada pasien yang sadar, tanda dan gejala biasanya muncul dalam beberapa menit sesudah transfusi dimulai. Kadang-kadang tanda dan gejala tersebut timbul pada pemberian < 10 mL darah. Pada pasien yang tidak sadar, keadaan hipotensi dan perdarahan yang tidak terkendali akibat Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) mungkin merupakan satu-satunya tanda yang menunjukkan transfusi yang tidak kompatibel.

Kontaminasi Bakteri dan Syok Septik.
Tanda-tandanya biasanya muncul dengan cepat sesudah transfusi dimulai, meskipun kemunculannya bisa saja tertunda selama beberapa jam. Reaksi yang hebat dapat ditandai dengan panas tinggi yang onsetnya mendadak, menggigil, dan hipotensi.

Tindakan suportif yang segera dan pemberian antibiotik dosis tinggi intravena sangat diperlukan.

Overload Cairan.
Dapat menimbulkan gagal jantung dan edema paru. Overload cairan dapat terjadi karena terlalu banyak cairan yang ditransfusikan, pemberian transfusi (infus) terlalu cepat, atau fungsi ginjal terganggu. Keadaan ini terutama terjadi pada pasien dengan anemia kronis berat atau pasien dengan penyakit kardiovaskular.

Reaksi Anafilaksis.
Terjadi beberapa menit sesudah transfusi dimulai dan ditandai oleh kolaps kardiovaskular, gawat nafas, dan tanpa febris. Risiko terjadinya reaksi anafilaksis akan meningkat pada pemberian transfusi yang cepat, khususnya bila digunakan Fresh Frozen Plasma (FFP) sebagai cairan penukar dalam terapi pertukaran plasma.

Sitokin plasma dapat menjadi salah satu penyebab bronkokonstriksi dan vasokonstriksi pada beberapa resipien tertentu.

Defisiensi IgA pada resipien merupakan kelainan langka yang dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang sangat berat. Keadaan ini dapat ditimbulkan oleh setiap produk darah.

Transfusion-Related Acute Lung Injury (TRALI).
Biasanya disebabkan oleh anti-netrofil spesifik atau anti-HLA antibodi dalam plasma donor. Kegagalan faal paru yang terjadi dengan cepat biasanya muncul dalam waktu 1-4 jam sesudah transfusi dimulai, terlihat gambaran opasitas yang difus pada rontgen toraks. Gejala TRALI berupa dispnoe, takikardia, febris, dan hipotensi. Penatalaksanaannya meliputi pemberian
oksigen, kortikosteroid, diuretik, dan jika perlu digunakan ventilator.

Pedoman untuk penegakan diagnosis dan penatalaksanaan reaksi transfusi akut (tipe cepat) dapat dilihat berikut ini.

a. Penegakan Diagnosis Reaksi Transfusi Tipe Cepat

KATEGORI I :
• REAKSI RINGAN
Tanda                                 : Urtikaria, Ruam
Gejala                                 : Pruritus
Kemungkinan Penyebab     : Hipersensitifitas

KATEGORI II :
• REAKSI CUKUP BERAT

Tanda                                  : Flushing, Urtikaria, Menggigil, Febris, Gelisah,  Takikardia
Gejala                                 : Kecemasan, Pruritus, Palpitasi, Dispnoe ringan, Sakit kepala
Kemungkinan Penyebab    : Hipersensitifitas sedang-berat

KATEGORI III :
• REAKSI YANG MENGANCAM JIWA
Tanda                                : Menggigil, Febris, Gelisah, Hipotensi (TD ? 20%), Hemoglobinuria, DIC
Gejala                                : Kecemasan, Nyeri dada, Nyeri di tempat transfusi, Sesak nafas, Nyeri pinggang / punggung, Sakit kepala, Dispnoe
Kemungkinan Penyebab    : Hemolisis akut intravaskular
Kontaminasi bakteri / syok septik
Overload cairan
Anafilaksis
TRALI

Reaksi transfusi febris nonhemolitik:
• Antibodi terhadap leukosit, trombosit
• Antibodi terhadap protein (IgA)
• Kemungkinan kontaminasi dgn bakteri

Penatalaksanaan Reaksi Transfusi Tipe Cepat

KATEGORI I :
• REAKSI RINGAN :
o Perlambat transfusi.
o Antihistamin IM (misalnya klorfeniramin 0.1 mg/kgBB).

Jika dalam 30 menit tidak tampak perbaikan klinis atau bila tanda/gejalanya memburuk, lakukan penatalaksanaan kategori 2.

KATEGORI II :
• REAKSI CUKUP BERAT :
o Hentikan transfusi. Ganti set transfusi dan pertahankan jalur infus        tetap terbuka dengan pemberian salin normal.
o Antihistamin IM (misalnya klorfeniramin 0.1 mg/kgBB).
o Antipiretik oral/rektal (misalnya parasetamol 10 mg/kgBB). Hindari aspirin pada pasien dengan trombositopenia.
o Kortikosteroid dan bronkodilator IV jika timbul gejala anafilaksis (misalnya stridor, bronkospasme).
o Kumpulkan urin 24 jam untuk pemeriksaan hemolisis.

Jika terjadi perbaikan klinis, mulai lagi transfusi secara perlahan dengan unit darah yang baru.
Jika dalam 15 menit tidak tampak perbaikan klinis atau bila tanda/gejalanya memburuk, lakukan penatalaksanaan kategori 3.

KATEGORI III :
• REAKSI YANG MENGANCAM JIWA :
o Hentikan transfusi. Ganti set transfusi dan pertahankan jalur infus tetap terbuka dengan pemberian salin normal.
o Infus salin normal (20-30 mL/kgBB) untuk mempertahankan TD sistolik. Jika ada hipotensi, berikan infus tersebut  selama 5 menit dan tinggikan kedua tungkai pasien.
o Pertahankan saluran nafas, beri oksigen aliran tinggi lewat masker oksigen.
o Adrenalin (larutan 1:1000) IM 0.01 mg/kgBB.
o Kortikosteroid dan bronkodilator IV jika timbul gejala anafilaksis (misalnya stridor, bronkospasme).
o Diuretik IV (misalnya furosemid 1 mg/kgBB).
o Periksa urin untuk menemukan tanda hemoglobinuria.
o Kumpulkan urin 24 jam untuk memantau keseimbangan cairan.

o Perhatikan perdarahan/luka di tempat tusukan. Jika terdapat bukti klinis/laboratorium yang menunjukkan adanya DIC, berikan:
* Konsentrat trombosit (dosis dewasa 5-6 unit), dan
* Kriopresipitat (dosis dewasa 12 unit) atau FFP (dosis dewasa 3 unit)

o Jika masih hipotensi, ulang pemberian infus salin normal (20-30 mL/kgBB) dalam 5 menit. Berikan preparat inotropik jika tersedia.
o Jika terjadi gagal ginjal akut (K+, ureum, kreatinin ?):
* Pertahankan keseimbangan cairan secara akurat.
* Ulangi suntikan diuretik.
* Berikan dopamin jika tersedia.
* Rujuk ke dokter spesialis jika diperlukan dialisis renal.
o Jika curiga bakteremia (menggigil, febris, kolaps tanda ada bukti reaksi hemolitik), berikan antibiotik broad spectrum IV.

b. Reaksi Tipe Lambat

Delayed Haemolytic Transfusion Reactions.
Gejala timbul 5-10 hari sesudah transfusi berupa febris, anemia, ikterus, dan kadang-kadang hemoglobinuria. Biasanya tidak dilakukan terapi. Reaksi transfusi hemolitik lambat yang berat disertai dengan gejala syok, gagal ginjal, serta DIC yang mengancam jiwa pasien merupakan kejadian yang langka. Jika terjadi hipotensi dan oligouria, maka dilakukan terapi seperti
keadaan hemolisis intravaskular akut.

Purpura Pasca Transfusi.
Komplikasi yang jarang terjadi, tetapi berakibat fatal pada tindakan transfusi sel darah merah atau konsentrat trombosit.

Penyebabnya adalah adanya antibodi terhadap antigen spesifik-trombosit dalam darah resipien. Paling banyak dijumpai pada pasien wanita. Gejala berupa adanya tanda perdarahan, dan trombositopenia akut berat (< 100.000/mm3) yang terjadi 5-10 hari sesudah transfusi.

Penatalaksanaan:

1. Kortikosteroid dosis tinggi.
2. Imunoglobulin intravena 2 gr/kgBB atau 0.4 gr/kgBB selama 5 hari.
3. Terapi pertukaran plasma.
4. Pantau jumlah trombosit resipien (N: 150.000-440.000/mm3).
5. Sebaiknya diberikan konsentrat trombosit dengan golongan ABO yang sama seperti golongan darah pasien.
Berikanlah konsentrat trombosit yang tidak mengandung antigen spesifik-trombosit. Pemulihan jumlah trombosit biasanya terjadi sesudah 2-4 minggu.

Graft vs Host Disease (GVHD).
Terjadi pada resipien cangkokan sumsum tulang yang mengalami imunodefisiensi, dan pada pasien imunokompeten yang mendapat transfusi darah dari donor yang tipe jaringannya kompatibel dengan pasien tersebut dan biasanya memiliki hubungan darah. Secara tipikal terjadi 10-12 hari sesudah transfusi, ditandai dengan adanya febris, ruam dan deskuamasi kulit, diare, hepatitis, serta pansitopenia. Terapi bersifat suportif dan tidak ada yang spesifik. Sebagai pencegahan, dilakukan terapi sinar ? pada komponen sel darah untuk menghentikan proliferasi limfosit.

Dampak Transfusi Berulang pada Thalassemia

a. Hemosiderosis

Hemosiderosis adalah akibat terapi transfusi jangka panjang yang tidak dapat dihindari, karena dalam setiap 500 mL darah dibawa 200 mg besi ke jaringan. Pada individu normal, semua besi plasma terikat pada transferin. Kapasitas transferin untuk mengikat besi terbatas sehingga bila terjadi kelebihan besi seperti pada pasien thalassemia, seluruh transferin akan berada dalam keadaan tersaturasi. Akibatnya besi akan berada dalam plasma dalam bentuk tidak terikat, atau disebut juga Non-Transferrin Bound Plasma Iron (NTBI). NTBI akan menyebabkan pembentukan radikal bebas hidroksil dan mempercepat peroksidasi lipid membran in vitro.

Besi yang berlebihan dalam tubuh terbanyak berakumulasi dalam hati, namun efek paling fatal disebabkan oleh akumulasi di jantung. Siderosis miokardium merupakan faktor penting yang ikut berperan pada kematian awal penderita. Gejala kelainan jantung lain yang ditemui adalah perikarditis dan gagal jantung kongestif. Gagal jantung yang berkelanjutan akan menyebabkan
blok atrioventrikular sehingga dapat menyebabkan blok jantung total atau kanan atau kiri. Juga ditemukan aritmia atrial pada setengah pasien thalassemia yang mendapat transfusi teratur tanpa terapi pengikatan besi.

Pada pasien-pasien yang lebih tua, penyakit hati adalah penyebab kematian yang umum, dan sering diperberat dengan infeksi virus hepatitis C. Kelainan fungsi endokrin juga ditemukan, dimana kelebihan besi di hipofisis anterior dapat menyebabkan gangguan maturasi seksual. Di RSCM, Batubara dkk menemukan sebanyak 56% pasien thalassemia mengalami hambatan pubertas. Lebih jauh lagi, dapat terjadi amenore sekunder pada seperempat pasien yang berusia > 15 tahun, diabetes mellitus pada 5-10% pasien dewasa, serta kerusakan kelenjar tiroid, paratiroid, dan adrenal. Selain itu, kelebihan besi juga telah dihubungkan dengan penurunan densitas tulang, hipertensi pulmonal, dan penurunan fungsi paru.

Kadar kelebihan besi dalam tubuh dapat diukur dengan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang, baik pengukuran secara langsung maupun tidak langsung.

1. TIDAK LANGSUNG
• Konsentrasi feritin serum/plasma
• Saturasi transferin serum
• Tes deferoksamin 24 jam
• Pencitraan (CT scan hati, MRI hati, MRI jantung, MRI hipofisis anterior)
• Evaluasi fungsi organ

2. LANGSUNG
• Biopsi jumlah besi di hati dan jantung

Terapi kelasi besi secara umum harus dimulai setelah kadar feritin serum mencapai 1000 µg/L, yaitu kira-kira 10-20 kali transfusi (± 1 tahun). Olivieri dkk menyarankan pemeriksaan kadar besi hati dengan biopsi hati sebelum memulai terapi kelasi besi. Terapi hanya dimulai bila konsentrasi besi hati minimal 3.2 mg/g berat kering hati. Apabila biopsi tidak mungkin dilakukan, terapi kelasi besi dapat dimulai pada pasien usia < 3 tahun yang sudah mendapat transfusi teratur selama 1 tahun.

Hemosiderosis dapat diturunkan atau bahkan dicegah dengan pemberian parenteral obat pengkelasi esi (iron chelating drugs).Obat pengkelasi besi yang dikenal adalah deferoksamin, deferipron, dan deferasirox.

Deferoksamin (DFO). Dosis standar adalah 40 mg/kgBB melalui infus subkutan dalam 8-12 jam dengan menggunakan pompa portabel kecil selama 5 atau 6 malam/minggu. Lokasi infus yang umum adalah di abdomen, daerah deltoid, maupun paha lateral. Penderita yang menerima regimen ini dapat mempertahankan kadar feritin serum < 1000 µg/L. Efek samping yang
mungkin terjadi adalah toksisitas retina, pendengaran, gangguan tulang dan pertumbuhan, reaksi lokal dan infeksi.

Deferipron (L1). Terapi standar biasanya menggunakan dosis 75 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis. Kelebihan deferipron dibanding deferoksamin adalah efek proteksinya terhadap jantung. Anderson dkk menemukan bahwa pasien thalassemia yang menggunakan deferipron memiliki insiden penyakit jantung dan kandungan besi jantung yang lebih rendah daripada mereka yang menggunakan deferoksamin. Meskipun begitu, masih terdapat kontroversi mengenai keamanan dan toksisitas deferipron sebab deferipron dilaporkan dapat menyebabkan agranulositosis, artralgia, kelainan imunologi, dan fibrosis hati. Saat ini deferipron tidak tersedia lagi di Amerika Serikat.

Deferasirox (ICL-670). Deferasirox adalah obat kelasi besi oral yang baru saja mendapatkan izin pemasaran di Amerika Serikat pada bulan November 2005. Terapi standar yang dianjurkan adalah 20-30 mg/kgBB/hari dosis tunggal. Deferasirox menunjukkan potensi 4-5 kali lebih besar dibanding deferoksamin dalam memobilisasi besi jaringan hepatoseluler, dan efektif
dalam mengatasi hepatotoksisitas. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, mual, diare, dan ruam kulit.

Terapi Kombinasi.
Dapat berupa terapi kombinasi secara simultan maupun sekuensial. Terapi kombinasi secara simultan adalah pemberian deferoksamin 2-6 hari seminggu dan deferipron setiap hari selama 6-12 bulan. Terapi kombinasi sekuensial adalah pemberian deferipron oral 75 mg/kgBB selama 4 hari diikuti deferoksamin subkutan 40 mg/kgBB selama 2 hari setiap minggunya. Terapi kombinasi diharapkan dapat menurunkan dosis masing-masing obat, sehingga menurunkan toksisitas obat namun tetap menjaga efektifitas kelasi.

b. Infeksi Virus Hepatitis

Penyakit ini dilaporkan sebagai penyebab kematian tersering pada pasien thalassemia di atas 15 tahun. Kerusakan hepar yang disebabkan besi, yang berhubungan dengan komplikasi sekunder dari transfusi dan infeksi virus hepatitis C merupakan penyebab tersering hepatitis pada anak dengan thalassemia.

c. Infeksi Yersinia

Infeksi Yersinia enterocolitica pertama kali ditemukan pada 2 pasien thalassemia ? pada tahun 1970. Infeksi harus dicurigai pada pasien dengan kelebihan besi yang menderita panas tinggi dan fokus infeksi tidak ditemukan, seringkali disertai dengan diare.

Tanda-tanda kontaminasi bakteri dan syok septik biasanya muncul dengan cepat sesudah transfusi dimulai, kendati kemunculannya bisa saja tertunda selama beberapa jam. Reaksi yang hebat dapat ditandai dengan panas tinggi yang onsetnya mendadak, menggigil, dan hipotensi. Meskipun pada kultur darah tidak ditemukan adanya kuman Yersinia enterocolitica, terapi Gentamisin intravena dan Trimetoprim + Sulfametoksazol oral sebaiknya diberikan segera dan diteruskan sedikitnya 8 hari.

Demikianlah info tentang efek samping dari kegiatan transfusi darah berulang  bagi penderita talasemia.Seperti kita ketahui bersama,sampai saat ini belum ada obat yang paten untuk mengatasi penyakit kelainan genetika ini.Namun beberapa alternatif pengobatan talasemia pernah dicoba dan dilakukan oleh beberapa pasien talasemia,dan hasilnya cukup menggembirakan.

Go to Top
You might also likeclose