Stroke merupakan penyakit mematikan nomor tiga setelah jantung dan kanker. Peneliti dari Inggris dan Italia menyebutkan, mengonsumsi pisang tiga kali sehari layaknya minum obat akan memberikan kalium cukup untuk mengurangi kemungkinan menderita pembekuan darah di otak sekira 21 persen. Seseorang dianjurkan mengonsumsi sekira 2.300 mg potasium per hari. Sedangkan yang sering ditemukan, orang hanya mengonsumsi kurang lebih 1.500 mg potasium per hari.

Buah-buahan dan sayuran juga baik untuk mencegah stroke karena mengandung serat yang mampu menurunkan kolesterol. Juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah pengendapan kolesterol.

LDL (kolesterol jahat) pada dinding arteri. Makanan yang mengandung antioksidan seperti bawang bombai, buncis, sawi hijau, wortel, brokoli, endive, seledri, dan cranberries. Dalam penelitian Nurse Health di Harvard menyebutkan wanita yang mengasup betakaroten 15 mg sehari, seperti dari 1 buah wortel berkurang risiko terkena stroke.

Buah-buahan dan sayuran, seperti kentang, peach berwarna kuning, bayam, dan cantaloupe juga tinggi kalium, yaitu mineral yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, sayuran hijau dan buah-buahan mengandung asam folat serta vitamin B6 dan B12 membantu mengurangi kadar homosistein yang secara normal terjadi dari asam amino. Meningkatnya kadar homoseistein dapat meingkatkan risiko penyakit stroke.

Menurut Fitri Wardah Mardiah SKM Nutrisionist dari RSIA Taman Puring, stroke dicetus oleh banyak hal selain merokok, stres, gaya hidup juga dari makanan. Makanan pemicu penyakit stroke sama dengan halnya pemicu penyakit degeneratif, yaitu makanan yang tinggi lemak dan tinggi garam. Pada orang yang memiliki hipertensi makanan yang kaya natrium dapat mencetus stroke. Karena saat ini 93 persen kasus stroke ada hubungannya dengan penyakit darah tinggi atau hipertensi.

Makanan yang tinggi lemak dan tinggi kolesterol merupakan bahan utama plak yang akan mengendap di dinding pembuluh darah sehingga terjadi atherosklerosis yang menyebabkan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah.

“Semua buah adalah baik, tetapi ada beberapa buah yang kandungannya dapat mencegah hipertensi dan antherosklerosis apalagi bila buah tersebut memiliki kadar kalium yang tinggi contohnya, buah pisang yang kaya potasium atau kalium karena kalium tersebut dapat mencegah dan membantu menurunkan tekanan darah,” tuturnya.

Menurut Fitri, buah pepaya mengandung karparina yaitu suatu alkoloid yang berfungsi untuk mengurangi serangan jantung. Sedangkan buah mentimun dan buah apel merah selain mengandung kalium tinggi, serat berupa pektin yang dimiliki dapat menstabilkan tekanan darah. Dan buah belimbing, sama halnya dengan apel, buah ini kaya pektin serat dan kalium, namun rendah kandungan natriumnya sehingga sangat pas untuk penderita hipertensi juga buah semangka tinggi akan lykopen dan kaliumnya.

“Makanan lain seperti seledri bermanfaat menurunkan tekanan darah. Selain itu, seledri mengandung serat yang bisa menurunkan kolesterol dan memiliki kandungan kalium yang tinggi. Dan pare dapat mengatasi penyakit stroke karena kandungan karatin dan vitamin C. Wortel sebagai sumber antioksidan yang memperlambat proses penuaan, wortel juga dianggap memiliki banyak kandungan pektin yang dapat menurunkan kolesterol dan memelihara kerusakan pembuluh darah. Dan sari buah mengkudu berperan sebagai adaptogen yang menyeimbangkan fungsi sel-sel tubuh dan juga menormalkan fungsi otak,” jelasnya.

Makanan apa saja yang baik bagi penderita stroke? Menurutnya sayur dan buah yang sudah jelas kaya kandungan serat, kalium, dan vitamin C-nya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol.

Bahwa sebutir apel bisa menjauhkan kita dari dokter, barangkali sering Anda dengar. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association merincinya lebih spesifik: sebutir apel perhari akan menjauhkan kita dari serangan stroke. Tak hanya apel, tapi seluruh buah berwarna daging terang.

Namun para peneliti Belanda mengatakan orang dengan asupan tinggi  apel, pir, pisang, atau kembang kol dapat mengurangi risiko stroke sebesar 52 persen. Studi ini melibatkan lebih dari 20 ribu orang dewasa berusia di atas 10 tahun.

Kendati begitu, para ahli stroke mengatakan, tak perlu menunda makan buah dan sayuran dengan warna lainnya, hanya demi mencegah stroke.

Pada awal penelitian,  peserta diminta mengisi kuesioner rinci tentang diet dan gaya hidup pada tahun sebelumnya. Dengan menggunakan informasi ini dan pelacakan kesehatan para peserta selama dekade berikutnya, para peneliti mampu memeriksa hubungan antara warna buah dan sayuran yang dikonsumsi dengan risiko stroke.

Studi tersebut menemukan bahwa peningkatan 25 gram (g) per hari konsumsi buah-buahan dan sayuran putih berkaitan dengan risiko terkena stroke yang 9 persen lebih rendah.

Dari buah putih dan sayuran yang dimakan oleh 20 ribu orang yang dilibatkan dalam penelitian ini, lebih dari separuhnya adalah apel dan pir. Sebuah apel rata-rata memiliki berat 120g.

Akan tetapi hubungan serupa tidak ditemukan antara kejadian stroke dan buah dan sayuran berwarna hijau (sayuran berdaun gelap, kubis, dan selada), oranye/kuning (kebanyakan buah-buahan jeruk), ataupun merah/ungu.

Linda Oude Griep, penulis utama studi tersebut, sekaligus seorang postdoctoral dalam bidang gizi di Wageningen University, Belanda, mengatakan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu mengapa daging putih (pada buah dan sayuran) itu penting.

“Sulit untuk mengatakan nutrisi apa yang berperan penting dalam buah-buahan dan sayuran putih. Kita tahu bahwa apel dan pir adalah buah yang tinggi serat, tapi mungkin ada penjelasan lain.”

Ia mengatakan, temuan ini mungkin berguna mendorong orang agar mengkonsumsi sejumlah besar daging buah putih dan sayuran untuk mencegah stroke.(Dari berbagai sumber)