Lupus eritematosus sistemik ( LES ) yaitu penyakit otoimun yang terjadi lantaran produksi antibodi terhadap komponen inti sel tubuh sendiri yang terkait dengan manifestasi klinik yang amat luas pada satu atau lebih dari satu organ tubuh, serta ditandai oleh inflamasi luas pada pembuluh darah serta jaringan ikat, berbentuk episodik diselangi episode remisi.

Insidens LES pada anak dengan keseluruhan alami peningkatan, lebih kurang 15-17%. penyakit les jarang terjadi pada usia dibawah 5 th. serta menyambut remaja. wanita seringkali terkena di banding lelaki, serta rasio tersebut juga meningkat bersamaan dengan pertambahan usia.

Prevalensi penyakit LES di kelompok umur penduduk berkulit hitam nyatanya lebih tinggi dibanding dengan penduduk berkulit putih.

Manifestasi klinis LES amat beragam dengan perjalanan penyakit yang sukar dianggap, tidak bisa diobati, serta kerap berakhir dengan kematian. kelainan tersebut adalah sindrom klinis dibarengi kelainan imunologik, layaknya disregulasi sistem imun, pembentukan kompleks imun serta yang terutama ditandai oleh adanya antibodi antinuklear, serta perihal tersebut belum diketahui pemicunya. yang terkait dengan manifestasi klinik yang amat luas pada satu atau lebih dari satu organ tubuh, serta ditandai oleh inflamasi luas pada pembuluh darah serta jaringan ikat, berbentuk episodik diselangi episode remisi.

Lupus yaitu penyakit yang terjadi disebabkan ketidakharmonisan tatanan kehidupan sel di jaringan, menyebabkan perubahan tabiat sel darah putih ( limfosit ). tentunya sel tersebut jadi tulang punggung sistem pertahanan tubuh serta cuma menyerang benda asing baik virus atau bakteri. pada penderita lupus, sistem pertahanannya berbalik menyerang partikel-partikel inti sel tubuh sendiri eluarkan beragam zat anti ( auto antibodies ) yang menyebabkan kerusakan dibarengi penurunan manfaatnya ( reaksi autoimun ). lupus bukan hanya penyakit infeksi, serta sebab itu lupus tidak menular. pada tubuh penderita lupus ada unsur genetik ( diantaranya hla dr2 serta dr3 ), yang tentukan kepekaan untuk munculnya penyakit bila yang berkaitan terpapar faktor pencetus yang berbentuk fisik, layaknya virus spesifik, terik cahaya matahari, cat rambut, asap rokok, zat warna ( rhodamin ), pengawet makanan, obat-obatan penyakit lupus ( anti-tbc, sulfa, pil, serta suntikan kb, antihipertensi, antiayan ) atau sesudah kegiatan fisik yang menyebabkan kelelahan.

Pencetusnya dapat juga datang dari faktor non fisik berbentuk stres emosional yang berat ( kekhawatiran, rasa sedih, kemarahan ). faktor-faktor pencetus itulah yang akan mengaktifkan gen dimaksud hingga diproduksi zat anti yang melawan jaringan tubuhnya sendiri. bergantung dari jaringan mana zat-zat anti itu ditujukan, masalah kesehatan yang dialami penderita lupus amat bermacam tanda-tanda ataupun beratnya. yang terjadi pada ananda s yaitu trombositopenia, peradangan sendi ( artritis ), peradangan ginjal, peradangan selaput jantung ( perikarditis ), serta barangkali juga yang menyebabkan penurunan kesadarannya yaitu peradangan pada susunan saraf pusat ( cerebritis ). meskipun ada peran genetik pada mekanisme munculnya lupus, tetapi berbeda dengan apa yang terjadi pada penyakit hemofilia, atau talasemia yang bisa menurun segera pada anak-anaknya. kemungkinan munculnya lupus pada anak wanita yang dilahirkan ibu penderita lupus yaitu 1 berbanding 40.

Layaknya juga lupus, ITP ( idiopathic thrombocytopenia purpura ) yaitu penyakit autoimun, tubuh membentuk zat anti terhadap trombositnya sendiri. itp dapat timbul dengan tersendiri atau dapat juga adalah bagian dari lupus. menjadi, kemungkinan perubahan diagnosis pada s lantaran awal mulanya yang diserang yaitu trombosit ( itp ), tetapi lantaran penyembuhan tidak dilanjutkan ( lantaran alami dampak samping steroid yang bikin muka bulat ), reaksi autoimun terus berlangsung tentang organ-organ tubuh yang lain, hingga dokter yang paling akhir mengatasi putri ibu, menjumpai lupusnya sudah bergejala lengkap serta berat.