Neuropati yaitu kondisi gangguan  dan kerusakan saraf yang disebabkan oleh trauma pada saraf,atau karena efek samping dari suatu penyakit sistemik,dialami oleh sekitar 1 dari 4 orang yang berusia 40 tahun ke atas,pada penderita diabetes,1 dari 2 penderita.

Dalam beberapa tahun terakhir ini Danar,40 tahun,mengeluhkan rasa tidak nyaman dari kakinya,kaki susah ditekuk,kesemutan,terasa kebas,bahkan hampir lumpuh. Nyeri yang sama juga dirasakan Ibnu,50 tahun. Ia mengaku tersiksa dengan rasa kesemutan,baal dan kaki kanannya tak bisa digerakkan.

Merasa tak kuat dengan siksaan penyakit itu yang terus menderanya,Danar pun melangkahkan kaki ke dokter. Kesemutan yang selama ini ia anggap biasa mendapat jawaban mengejutkan dari sang dokter. Ia mengalami neuropati.

DIANGGAP BIASA

Neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit,melainkan dipandang sebagai kondisi yang umum terjadi. Padahal jika dibiarkan,kondisi neuropati dapat mengganggu mobilitas penderitanya. Hal ini diungkapkan  oleh ketua kelompok studi neurofisiologi dan saraf tepi Perdossi Pusat,Dr.manfaluthy Hakim,Sp.S(K),pada sebuah media edukasi bertajuk’ Neuropati,kenali,waspadai.

“Neuropati adalah penyakit gangguan saraf yang disebabkan karena kekurangan vitamin neurotropik,efek samping penyakit sistemik,ataupun trauma pada saraf,serta proses penuaan,”ujar Dr.manfaluthy. Diapun menjelaskan bagaimana membedakan kesemutan  karena gejala neuropati dengan kesemutan biasa. Kesemutan pada umumnya terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar,dan bila itu terjadi,cukup memperbaiki posisi tubuh,maka kesemutan akan hilang.”Kesemutan karena gejala neuropati,biasanya terjadi dengan spontan tanpa di provokasi oleh apapun juga. Meskipun sudah memperbaiki posisi,belum tentu kesemutannya hilang” jelas Dr.Manfaluthy.

MEREKA YANG BERESIKO TERKENA NEUROPATI

Nyeri,baal,mati rasa,kram,kaku-kaku,kesemutan,rasa terbakar,kulit hipersensitif,kulit mengkilap,kelemahan anggota gerak,atau otot mengecil,rambut rontok pada area tertentu adalah deret gejala dari neuropati.

Semua beresiko,kata Dr.manfaluthy,namun menurutnya lagi yang paling berisiko adalah mereka yang berusia tua,penderita diabetes,memiliki riwayat keluarga (terjadi neuropati di  keluarga),hipertensi,merokok,mengonsumsi alkohol,menderita penyakit-penyakit pembuluh darah (misalnya penyakit jantung),kanker,terpapar bahan kimia,terinfeksi penyakit tertentu dan mengonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan neuropati.

JENIS NEUROPATI

Jenis Neuropati sangat banyak,namun pada umumnya yang terjadi adalah neuropati karena faktor penuaan,neuropati karena diabetes,dan neuropati karena defisiensi vitamin B.

  • Neuropati karena penuaan. Semakin tua,orang cenderung menderita lebih banyak gangguan saraf. Lebih dari 26 persen orang berusia diatas 40 tahun menderita neuropati. Apabila tidak diterapi dengan benar,dapat menjadi parah dan mengarah ke penyakit-penyakit saraf yang lebih berat.
  • Neuropati karena diabetes. Semua pasien diabetes beresiko menderita neuropati diabetikum. Lebih dari 50 persen pasien diabetes mengalami neuropati. Bisa timbul kapan saja dan tidak bisa diprediksi. Resiko sejalan dengan bertambahnya  usia dan durasi penyakit diabetes yang diderita. Sering timbul pada pasien denga kadar gula darah tidak terkontrol Obesitas adalah slah satu faktor risiko. Gejala dan tanda-tanda neuropati diabetikum adalah mati rasa,kesemutan,atau nyeri di jari-jari kaki,telapak kaki,tungkai,tangan,lengan,dan jari. Gangguan pencernaan,mual,atau  muntah. diare atau sulit BAB,pusing atau pingsan karena penurunan tekanan darah,terutama ketika naik ke posisi berdiri,masalah dengan buang air kecil,disfungsi ereksi (impotensi),kekeringan vagina. “namun pada beberapa pasien,bisa tanpa gejala,”katanya.
  • Neuropati karena defisiensi Vitamin B. Neuropati yang disebabkan karena kurangnya asupan vitamin tertentu. Sering terjadi akibat defisiensi vitamin neurotropik. Dapat terjadi di satu area (NEUROPATI) atau banyak area (polineuropati). Dapat terjadi karena selain malnutrisi,juga karena penggunaan obat-obatan jangka panjang,misalnya penggunaan obat TBC.
  • Neuropati karena sebab lain. Misalnya seperti karena jeratan,atau karena trauma.

Pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Sebagai contoh: bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (neuropati diabetik),maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai dengan obat-obatan yang bersifat neurotropik dan juga vitamin B. Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekanan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh,pemberian neurotropik,dan mungkin pada kasus yang berat dipertimbangkan untuk operasi.(DK)