Berikut beberapa kemungkinan dampak yang timbul akibat dari pemasangan piranti cekat/piranti orthodontik cekat.

Alergi

Material braket yang menggunakan bahan logam dapat menyebabkan reaksi alergi atau reaksi berlebihan dari tubuh. PAda pasien yang punya alergi terhadap logam,sebaiknya menghindari braket orthodonti cekat yang berjenis bahan dasar logam karena sangat mungkin menyebabkan reaksi alergi pada mukosa. Reaksi alergi tidak akan berhenti hingga penyebabnya tidak di singkirkan. Bila pada test alergi pasien terbukti imunitas pasien bereaksi berlebihan terhadap material berbahan metal perlu di pilihkan piranti berbahan dasar keramik.

Dekalsifikasi material mahkota gigi

Orthodonti cekat memerlukan media untuk melekatkan kawat ke gigi. Biasa dikenal sebagi braket,yang di letakkan di gigi dengan menutupi sebagian muka mahkota gigi. Braket,kawat dan karet orthodonti yang telah di aplikasikan pada gigi,membuat pembersihan plak menjadi makin sulit dengan menggunakan sikat gigi biasa. Akumulasi plak pun jadi mudah terbentuk.

Kumpulan plak akan menguntungkan bakteri untuk tumbuh berkembang, mengekstraksi toksin yang meluruhkan material-material gigi dan menyebabkan dekalsifikasi ( larutnya email oleh asam yang di hasilkan oleh mikroorganisme pkal). Hal itu meningkatkan potensi terjadinya karies,selama dalam perawatan. Gigi seri depan atas,gigi taring atas dan geraham bawah adalah gigi yang paling rentan terhadap resiko dekalsifikasi akibat pemakaian braket cekat,bila telah terpapar,dekalsifikasi mudah tampak setelah braket di lepas. Menjadikan penampilan dari gigi yang terpapar menjadi sangat tidak estetik. Potensi dekalsifikasi akan menjdi lebih tinggi bila pasien pemakai fixed orthodonti mengonsumsi jus murni dan diet gula tinggi.

Penyakit gusi dan kegoyangan gigi

Adanya plak dan sisa-sisa makanan yang tertinggal pada celah-celah braket,kawat dan gigi menimbulkan reaksi peradangan pada setempat pada gusi di sekitarnya yang biasa disebut  gingivitis dan periodontitis.

Penyakit gusi yang tidak tertangani mengurangi ketinggian dan kekuatan tulang gigi dalam upaya memperbaiki jaringan akibat tekanan alat orthodonti.Perpaduan kelinan tulang gigi akibat penyakit gusi yang dikenai tekanan ortodontik yang berlebihan menjadikan respon perbaikan tulang gigi menjadi lebih lambat.Gigi menjadi lebih mudah mengalami mobilitas irreversible dari derajat yang sedang hingga tinggi. Respon perbaikan tulang gigi yang baik adalah gigi berangsur menjadi cekat kembali ketika dalam masa kontrol berikutnya (reversibel). Selain itu penyakit gusi dan periodontal  memberikan gejala mulut pasen yang berbau dan tidak sedap.

Pemendekan akar gigi

Pada beberapa kasus,pemakaian ortodontik cekat dapat mungkin terjadi pemendekan akar gigi.Akar gigi menjadi lebih pendek dari panjang semula sebelum mendapat terapi.pemendekan akar merupakan keadaan yang abnormal pada keadaan gigi tetap meski penyebab pemendekan akar gigi pada masa perawatan belum jelas benar apakah akibat langsung dari tekanan peranti orthodontik yang berlebihan.tetapi panjang akar yang memendek tidak menguntungkan bagi keberadaan gigi di dalam mulut.

Sariawan

Perangkat pesawat orthodonti cekat yang terlepas atau terputus sangat mudah mengiritasi jaringan lunak mulut dan menimbulkan ketidaknyamanan si pemakai kawat gigi.Pergerakan mukosa mulut ke depan dan belakang pada proses pengunyahan menyebabkan bahan-bahan keras seperti potongan kawat yang tajam melukai mukosa mulut yang selalu bergerak  berupa luka atau sariawan berulang.Luka tersebut tidak mudah sembuh bila penyebab trauma tidak dapat di perbaiki.(Sumber DK)