Cara mengatasi penyakit sawan/ayan/epilepsi dengan menggunakan obat alami jelly gamat gold G yang merupakan obat yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita epilepsi.

Penyakit epilepsi ini (atau lebih dikenali sebagai sawan di kalangan orang banyak), sering kali dikaitkan dengan penyakit buatan walaupun secara ilmiahnya, ia merupakan penyakit yang berbahaya jika tiada pencegahan awal.Karena kurang pemahaman dan kesadaran, sebahagian besar masyarakat menganggap epilepsi berasal dari gangguan mahluk gaib. Lebih membimbangkan, banyak yang beranggapan penghidap penyakit ini ‘gila’ atau terganggu akal, ataupun ia akan mengakibatkan masalah mental.

Menurut Profesor dan Pakar Perunding Kanan Neurologi, Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Raymond Azman Ali, penyakit ini perlu pengawalan mulai peringkat awal lagi.
“Penyakit epilepsi bukan satu pertanda buruk dan memalukan dalam hidup penderita. Bukan penyakit berjangkit dan bukan pula masalah mental.
“Kebanyakan pasien mempunyai tahap kecerdasan otak yang normal maupun melebihi ukuran normal.
“Malah, banyak orang yang sukses walaupun mengidap penyakit ini,” jelasnya.

Beliau tidak menafikan, pengidap epilepsi boleh bekerja seperti individu normal yang lain. Syaratnya, selagi mereka tidak mengendalikan senjata berbahaya atau mengendalikan mesin atau alat berat.

Begitu juga dengan aktivitas olahraga. Banyak orang berpendapat penderita epilepsi tidak boleh ikut aktivitas berat. Kebimbangan paling ketara ialah kemungkinan mereka akan melahirkan anak-anak yang cacat. Sebetulnya, epilepsi bisa di alami oleh siapa saja. Ini termasuklah mereka yang bijak pandai dan golongan profesional seperti doktor, pengacara , guru dan sebagainya.

Menurutnya, epilepsi berpuncak daripada gangguan dalam bagian otak yang bisa berulang dalam bentuk serangan sawan, menyebabkan penderitaan serius. Ia merupakan gangguan sistem urat saraf (neurologikal) tidak menentu yang serius yang paling kerap ditemui.

Adalah dianggarkan, sekurang-kurangnya 100 juta orang akan melalui pengalaman epilepsi sekali dalam seumur hidup mereka manakala kira-kira dua juta kasus baru dilaporkan setiap tahun.
“Sawan disebabkan oleh pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan dalam sekumpulan sel otak secara tiba-tiba, biasanya dalam jangka yang amat pendek. Sewaktu sawan, neuron di dalam bagian otak (topi sel-sel saraf menghasilkan pelepasan elektrik) bisa melepaskan sebanyak 500 kali sesaat, yang mana mengganggu aktivitas-aktivitas normal saraf, kelenjar dan otot,” ujar beliau.

Dr. Raymond Azman berkata, lain-lain bagian otak juga bisa terpengaruh dan bentuk gangguan epilepsi akan berbeda, bergantung pada sel otak yang khususnya terlibat.

Secara mudahnya, epilepsi adalah satu gangguan di mana aliran isyarat elektrik di dalam otak menjadi keliru.
Ia kadangkalanya diumpamakan seperti pertentangan elektrik di dalam otak. Pelepasan elektrik dari otak yang berlebihan, pada zahirnya, adalah serangan sawan.

Ia dapat dilihat dalam bentuk sentakan (jerky), menggigil dan terkejang-kejang, bunyi kuat seperti berdengkur atau rebah ke tanah, atau gabungan ketiga-tiganya.
Dalam realitasnya, serangan sawan boleh terjadi dalam sembarang bentuk perlakuan atau pergerakan yang tidak disadari atau tidak normal.

Perlu perawatan segera

“sebaiknya, jika seseorang itu diserang penyakit ini dan mengalami gejala kecil berulang-ulang, seharusnya segera ke rumah sakit. Misalnya, seseorang yang tiba-tiba berkelakuan aneh seperti berlari tanpa pakaian, kita tidak perlu menganggap dia gila.Apa yang perlu dilakukan, bawa dia ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjut,” jelasnya.

Tambah Dr. Raymond Azman, antara gejala yang mungkin dialami pesakit ialah berkelakuan pelik seperti menjerit-jerit tanpa sebab dan termenung.
Kelakuan ini mungkin tidak disadari pasien dan keluarganya tetapi jika ia berlaku, tidak perlu menganggap dia gila.

Menurut Dr. Raymond Azman, oleh kerana pasien selalunya tidak sadarkan diri, keterangan ahli keluarga atau saksi yang berada di tempat kejadian sangat penting bagi mengenal pasti jenis penyakit.

“Tanda-tanda paling ketara untuk membedakan epilepsi dengan yang lain adalah, apabila sawan berulang, ada waktu bebas di antara kedua-duanya, pesakit normal dan sifat serangannya serupa.

“Setiap kali selepas serangan, pesakit berasa bingung, termenung dan sakit kepala,” katanya.

Doktor akan menentukan jenis rawatan yang bersesuaian sama ada selepas temu janji pertama jika semua maklumat yang diperlukan diperoleh, ataupun setelah ujian lebih lanjut dilakukan.

Ujian yang dimaksudkan antara lain baik itu EEG, rakaman video-EEG, skan CT dan MRI.
Pasien biasanya diberikan 0bat-obatan antiepileptik (AEDs) yang mempunyai satu atau lebih bahan kimia yang dipanggil antikonvulsi.

“Setiap pasien yang menggunakan antikonvulsi akan mengalami reaksi yang berbeda-beda.

“Misalnya sesekali pasien mungkin mendapat kesan sampingan dan pasien lain tidak atau pasien dapat mengatasi ayan dengan cepat manakala pasien lain memerlukan masa yang lebih panjang,” katanya.
Terdapat juga pasien yang tidak dapat mengatasi langsung ayannya walaupun mengambil perobatan antikonvulsi.

Artikel dipetik dari Utusan.online

Berikut adalah testimoni mereka yang mengidap penyakit epilepsi dan telah terbebas dari penyakit itu dengan rajin mengkonsumsi Gold G cucumber jelly. Untuk pemesanan klik disini

Penyakit Epilepsi & TBC Saya Tidak Kambuh Lagi & Sembuh

Nama                             : Sarmaramahida Manurung
Umur                             : 25 Tahun
Alamat                          : Tebing Tinggi
keluhan                        : Epilepsi, TBC
Jenis Prodak              : Gold G Sea Cucumber jelly / gamat / teripang

Saya mempunyai penyakit ayan (Epilepsi). Sebelum saya mengkonsumsi Gold-G, epilepsi saya sering kambuh, 1 hari bisa sampai 4 kali. Memang saya tidak menyadarinya ketika kambuh, tetapi saya diberitahu oleh keponakan saya kalau penyakit saya ini kambuh. Saya sungguh-sungguh tidak sadar kalau penyakit saya kambuh.

Saya dan keluarga sudah coba berobat ke dokter saraf dan ke dokter lainnya, tetapi belum ada hasilnya. Saya sangtat kecewa sekali, padahal saya sangat bersemangat untuk sembuh. Beberapa hari kemudian seseorang datang pada saya, yaitu petugas Puskesmas dan saya diberi Gold-G lalu saya minum 2 kali sehari.

Tepatnya bulan Januari, saya mulai munum Gold-G sampai bulan Juni tahun 2005, penyakit epilepsi saya tidak pernah kambuh lagi dan penyakit TBC saya sudah sembuh berkat Gold-G.

Bagaimana teripang membantu proses penyembuhan itu? Di Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof. Ridzwan Hashim menemukan bukti sahih, teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia argus berefek antibakteri. Bakteri Streptococcus faecalis penyebab pembengkakan lapisan dalam jantung, S. varidasns perusak katup jantung, S. pneumoniae penyebab radang paru-paru dan sinusitis akut, Staphyloccus aureus penyebab meningitis, dan Proteus mirabilis penginfeksi luka, ampuh dibasmi teripang.

Hal itu sejalan dengan penelitian Nagarajappa dari Gene Lab, National Institute of Oceanography, Paula, Goa, India. Hasil pengujiannya terhadap larutan teripang menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia. Zat yang berpengaruh: tripsin dari hidrolisat gamat.

Sedangkan Subhuti Dharmananda dari Institut Pengobatan Tradisional, Portland, Amerika serikat, mengungkap zat teripang paling berpengaruh dalam penyembuhan penyakit paru-paru adalah asam lemak metiltetradekanoik penghambat kinerja enzim lipoksigenase. Enzim berupa 5-LOX inhibitor telah diaplikasikan berbagai penyembuhan penyakit pernapasan.

“Kemampuan regenerasi sel teripang cepat, makanya bisa mengobati berbagai penyakit,” kata dr. Pieter Pattinama, mantan direktur RS PGI Cikini, Jakarta. Kemampuan regenerasi itu lantaran gamat memiliki kandungan gizi lengkap, antara lain 9 jenis karbohidrat, 59 jenis asam lemak, 19 jenis asam amino, 25 komponen vitamin, 10 jenis mineral, dan 5 jenis sterol. semuanya bersatu padu membentuk kekebalan tubuh dan memperbaiki sel-sel rusak.

Nah demikianlah informasi dan tips seputar pengobatan penyakit epilepsi dengan obat alami jelly gamat Gold G yang aman untuk dikonsumsi tanpa efek samping.