OE7J8FOi3Mj16vbxbClQri2NZQQ

Posts tagged penyakit

Penyakit gondongan (Mumps atau parotitis)

1

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

Penularan Penyakit Gondongan

Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan

Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :

1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah

Pemeriksaan Laboratorium

Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan

Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :

1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.

2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.

3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.

4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.

5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak

6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

Pengobatan Penyakit Gondongan

Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).

Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.

pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)

Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.

Mengenali demam scarlet (Scarletina)

1

Informasi mengenai demam scarlet ini memang masih sangat minim,tapi penyakit ini ternyata sangat berbahaya bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Demam Scarlet atau disebut juga Scarlatina merupakan penyakit yang sering muncul bersama-sama dengan radang tenggorokan. Penyakit yang banyak menyerang anak usia 5-15 tahun ini sebenarnya mudah disembuhkan dengan antibiotik, namun kadang bisa memicu komplikasi serius pada hati dan ginjal serta bisa memicu kematian.

Pada abad ke-19, penyakit yang ditemukan oleh Theodor Billroth dan Louis Pasteur ini pernah menjadi pemicu terbesar kematian anak di Amerika Serikat. Faktor kurang gizi pada masa itu, baik selama dalam kandungan maupun dalam masa pertumbuhan menyebabkan demam Scarlet bisa berkembang sedemikian parah.

Namun sejak penggunaan antibiotik mulai dikenal luas, demam scarlet mulai jarang berlanjut sampai parah. Selain faktor antibiotik, peningkatan status gzii pada manusia moderen dan pembentukan sistem kekebalan terhadap bakteri penyebabnya turut membuat demam Scarlet makin jarang ditemukan sejak abad ke-20. Itulah kenapa demam Scarlet mulai jarang ditemukan.

Penyebab

Demam Scarlet dipicu oleh bakteri yang sama dengan penyebab radang tenggorokan, yakni Streptococcus. Bedanya, pada demam Scarlet yang memicu demam bukan bakterinya melainkan racun eksotoksin yang dikeluarkan bakteri tersebut.

Penularan bisa terjadi dari orang ke orang melalui droplet atau butiran-butiran lendir yang tersembur saat bersin atau terbatuk. Masa inkubasi yang dibutuhkan sejak infeksi hingga munculnya gejala berkisar antara 2-4 hari.

Gejala

Hampir semua pasien demam Scarlet mengalami nyeri tenggorokan dan ruam kemerahan. Gejala lain yang sering menyertai penyakit ini adalah sebagai berikut:

1. Ruam merah di sekitar leher dan dada, lalu meluas ke bagian tubuh yang lain
2. Ruam di daerah lipatan-lipatan tubuh biasanya lebih gelap sehingga membentuk garis merah
3. Muka memerah
4. Lidah tampak merah dan bertotol-totol dan sering disebut lidah strawberry
5. Demam hingga 38,8 derajat celcius disertai menggigil
6. Nyeri tenggorokan disertai radang yang tampak memerah dan bercak luka yang memutih
7. Susah menelan
8. Kelenjar limpa di leher membengkak
9. Mual, muntah dan sakit kepala.

Pengobatan

Umumnya demam Scarlet akan mereda dalam beberapa hari dengan pemberian antibiotik dan istirahat yang cukup. Anak boleh kembali masuk sekolah jika sudah mendapatkan antibiotik dan dinyatakan sembuh jika dalam 24 jam demamnya sudah tidak kambuh.

Obat alami hepatitis c

3

cara aman mengatasi virus hepatitis c dengan kandungan ekstrak tripang mas yang terkandung dalam obat kesehatan jelly gamat  yang telah terbukti efektif menyembuhkan penyakit hepatitis secara alamiah

Hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Infeksi virus ini dapat menyebabkan peradangan hati atau hepatitis yang biasanya asimtomatik, tetapi hepatitis kronik yang berlanjut dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis C menyebar dengan kontak darah-ke-darah dari darah seseorang yang terinfeksi. Gejala dapat secara medis ditangani, dan proporsi pasien dapat dibersihkan dari virus oleh pengobatan anti virus jangka panjang. Walaupun intervensi medis awal dapat membantu, orang yang mengalami infeksi virus hepatitis C sering mengalami gejala ringan, dan sebagai sebab dari tidak melakukan perawatan. Diperkirakan 150-200 juta orang di seluruh dunia terinfeksi hepatitis C. Di Amerika Serikat, orang dengan sejarah penggunaan jarum suntik, penggunaan narkoba, tato atau sirkulasi darah yang telah terpapar melalui seks tidak aman yang meningkatkan risiko penyakit ini. Hepatitis C adalah akibat dari transplantasi hati di Amerika Serikat.

Pada penelitian, ditemukan bahwa rendahnya rasio plasma vitamin D pada genotipe 1 membuat fibrosis hati menjadi ganas.

Mengapa harus mengkonsumsi jelly Gamat Luxor? karena kandungan protein yang tinggi berperan sebagai immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein dan 16 asam amino esensial mujarab dalam meregenerasi sel dan memperkuat hati untuk mengeluarkan antibodi. Sifat gamat yang mudah larut dalam air, menurut dr Zen Djaja MD di Malang, membuatnya langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi. Ekstrak teripang membantu memperbaiki fungsi hati. (dukutip dari majalah trubus online)

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.

1. Gejala Hepatitis C
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.

2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C
Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.

Salah satu obat alami Penjinak penyakit  Hepatitis C adalah gamat Luxor

sumber trubus online  Rabu, Juli 01, 2009 09:14:06

BAGAI TERSISA KULIT MEMBALUT TULANG . BEGITULAH KONDISI WASKITO DUA TAHUN LALU. SEKADAR MENEGAKKAN TUBUH PUN IA PERLU BANTUAN ORANG LAIN. OLEH KARENA ITU IA LEBIH BANYAK MENGHABISKAN WAKTU DI ATAS PEMBARINGAN. HEPATITIS C AKUT MENGGEROGOTI KESEHATAN PRIA 66 TAHUN ITU. ‘KAMI SEKELUARGA RELA JIKA BAPAK DIPANGGIL TUHAN ,’ UJAR DEWI HANDAYANI, ANAK SULUNG WASKITO.

Napas tersengal-sengal pada malam 25 Juni 2007 itu menjadi awal petaka Waskito. Malam itu Waskito sulit bernapas sehingga keluarga melarikannya ke sebuah rumahsakit di Surakarta, Jawa Tengah. Hasil diagnosis dokter, Waskito positif paru-paru basah. Sebelas hari lamanya ia opname di rumahsakit itu sembari mengkonsumsi antibiotik jenis streptomycin. Namun, kondisi ayah 5 anak itu tak kunjung membaik.

Muka pucat, tubuh kerap letih, dan nafsu makan berkurang. Selain itu demam dan batuk menghampiri tubuh Waskito yang kian ringkih. Suami Nuk Sudaryanti itu pun segera dilarikan ke sebuah rumahsakit di Jakarta. Di rumahsakit itulah dokter mendiagnosis hepatitis C. Peningkatan kadar SGOT dan SGPT 20 – 40 kali dari ambang normal menandakan adanya kerusakan hati. Ambang normal SGOT 17 – 20 IU dan SGPT 12 – 17 IU.

Penyakit lama

SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) merupakan parameter untuk mengetahui kesehatan hati akibat infeksi virus atau bakteri. Hasil cek laboratorium juga menunjukkan kadar bilirubin mencapai 3,48 mg%. Padahal, kadar normal maksimal 1 mg%. Peningkatan bilirubin menyebabkan urin berwarna kemerahan – seperti teh kental – serta bola mata dan kulit kekuningan.

Sayang, kondisi Waskito yang dirawat di Jakarta tak ada perubahan berarti. Oleh karena itu keluarga memutuskan untuk membawanya pulang ke Surakarta. Nuk Sudaryanti, sang istri, rutin memberikan 7 butir putih telur atas anjuran seorang dokter. Itu untuk memasok kebutuhan albumin bagi tubuh. Kadar albumin penderita hepatitis umumnya rendah.

Namun, upaya itu belum menyembuhkan. Virus hepatitis C masih bercokol di tubuhnya. Virus itu sebenarnya telah lama mendekam di tubuh Waskito. Pada 1983 ia divonis positif hepatitis C. Saat itu Waskito bekerja di pelabuhan sebagai tukang las. Waskito kurang memperhatikan kebersihan makanan yang disantap dan kurang berolahraga.

Virus hepatitis kembali menyerang Waskito pada awal 2007 seperti kisah di atas. Pemilik bengkel motor itu kerap kesemutan di bagian kaki. Jika rasa itu datang, pria kelahiran Surakarta 29 September 1949 itu hanya bisa terduduk. Berat badannya pun turun.

Teripang

Menurut dr Primal Sudjana SpPD-KPTI, spesialis penyakit dalam Rumahsakit Hasan Sadikin Bandung, hepatitis akibat serangan virus. Bila dibiarkan hingga 6 bulan, menyebabkan hepatitis akut. Enam bulan berikutnya, berubah menjadi sirosis atau pengerasan hati. Dalam perkembangannya sirosis berpotensi menjadi kanker hati.

Setelah berbagai jalan penyembuhan ditempuh, Waskito kemudian teringat ekstrak teripang yang teronggok selama 3 bulan di lemari es. Pada Juli 2008 ia mulai mengkonsumsi ekstrak hewan laut filum Echinodermata. Dosisnya 2 sendok makan 2 kali sehari. Ia merasa segar setelah mengkonsumsi ekstrak teripang. Tiga bulan rutin mengkonsumsi teripang, Waskito merasa segar bugar. Itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan ia negatif hepatitis. Kadar bilirubin Waskito kini 1,1 mg%, kadar SGPT dan SGOT juga kembali normal. Menurut Prof Dr Ridzwan Hashim, peneliti Universitas Kebangsaan Malaysia, teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan menjadi enzim pepsin.

Kandungan protein yang tinggi berperan sebagai immunomodulator alias pembangun sistem kekebalan tubuh. Protein dan 16 asam amino esensial mujarab dalam meregenerasi sel dan memperkuat hati untuk mengeluarkan antibodi. Sifat gamat yang mudah larut dalam air, menurut dr Zen Djaja MD di Malang, membuatnya langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifikasi. Ekstrak teripang membantu memperbaiki fungsi hati. (Faiz Yajri).  cara pemesanan silahkan klik disini

Obat alami Osteoarthritis/radang sendi

10

Terapi alternatif dengan obat tradisional jelly gamat  terhadap penyakit osteoarthritis/radang sendi yang merupakan solusi pengobatan yang ampus sekaligus aman.

Osteoarthritis adalah suatu kondisi arthritis atau nyeri sendi yang disebabkan oleh kerusakan sampai kehilangan tulang muda (cartilage) dari satu atau lebih sendi-sendi. Cartilage yang berperan sebagai bantal antar sendi ini pada osteoarthritis ini terurai bahkan hilang.Osteoarthritis biasanya menyerang ketika umur kita semakin tua. pria biasanya akan lebih dulu terserang oleh osteoarthritis ini pada kisaran umur 45 tahun lebih cepat 10 tahun dari wanita yang biasanya terserang osteoarthritis ini pada usia 55 tahun.

Osteoarthritis umumnya mempengaruhi tangan-tangan, kaki-kaki, tulang belakang (spine), dan sendi-sendi yang menahan berat yang besar, seperti pinggul-pinggul dan lutut-lutut.

Osteoarthritis bukanlah penyakit tunggal melainkan hasil akhir dari berbagai gangguan yang menyebabkan kegagalan struktural atau fungsional dari 1 atau lebih sendi Anda. Osteoarthritis melibatkan seluruh sendi, termasuk otot-otot di dekatnya, mendasari tulang, ligamen, lapisan bersama (sinovium), dan penutup sendi (kapsul).

Penyebab Osteoartritis

Penyebab osteoartritis bervariasi.

Endokrin: Orang dengan diabetes mungkin cenderung osteoarthritis. Masalah endokrin lainnya juga dapat mengakibatkan hal itu, termasuk acromegaly, hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan obesitas.

Posttraumatic:  penyebab trauma dapat dibagi lagi menjadi makrotrauma atau mikrotrauma. Contoh makrotrauma adalah cedera pada sendi seperti  tulang patah menyebabkan tulang  tidak berbaris semestinya (malalignment), kehilangan stabilitas, atau kerusakan tulang rawan . Mikrotrauma dapat terjadi dari waktu ke waktu (kronis). Contoh dari gerakan ini akan berulang atau berlebihan yang dicatat dalam beberapa pekerjaan. Penyakit inflamasi sendi: Kategori ini akan mencakup sendi yang terinfeksi, arthritis yg menyebabkan encok kronis, dan penyakit rematik.

Metabolisme: Penyakit yang menyebabkan kesalahan metabolisme dapat menyebabkan osteoarthritis. Contohnya termasuk penyakit Paget dan penyakit Wilson. Bawaan atau perkembangan: anatomi abnormal seperti panjang kaki tidak sama dapat menjadi penyebab osteoarthritis.

Genetik: Cacat genetik dapat meningkatkan kerusakan dari arsitektur pelindung tulang rawan. Contohnya termasuk gangguan kolagen seperti sindrom Ehlers-Danlos. Neuropatik: Penyakit seperti diabetes bisa menimbulkan masalah saraf. Hilangnya sensasi dapat mempengaruhi bagaimana tubuh mengetahui posisi dan kondisi sendi atau anggota badan. Dengan kata lain, tubuh tidak bisa mengatakan saat dia terluka.

Lain-lain: masalah gizi dapat menyebabkan osteoarthritis. Penyakit lain seperti hemofilia dan sel sabit adalah contoh lebih lanjut.

Gejala Osteoartritis

Tanda-tanda dan gejala berikut dapat dilihat:

Pain: Rasa sakit, kekakuan, atau kesulitan bergerak bersama yang dapat dirasakan dalam 1 atau lebih sendi. Rasa sakit dapat lebih buruk dengan berlebihan dan mungkin terjadi pada malam hari. Dengan kemajuan radang sendi ini, rasa sakit dapat terjadi pada saat istirahat. Sendi khusus terpengaruh.

Fingers: pembesaran tulang di ujung jari (tanda awal) yang umum. Ini disebut node Heberden. Mereka biasanya tidak menyakitkan. Kadang-kadang mereka dapat berkembang tiba-tiba dan menyakitkan, bengkak, dan merah. Hal ini dikenal sebagai osteoartritis nodal dan terjadi pada wanita yang lebih tua dari 45 tahun.

Hip: sendi pinggul yang menahan beban besar. Keterlibatan pinggul dapat dilihat lebih pada pria. Petani, pekerja konstruksi, dan pemadam kebakaran telah ditemukan memiliki peningkatan insiden osteoartritis pinggul. Para peneliti berpikir bahwa beban kerja fisik yang berat memberikan kontribusi untuk OA panggul dan lutut.

Lutut: Lutut juga sendi menahan beban besar. Berulang berjongkok dan berlutut dapat mengakibatkan osteoarthritis.

Spine: Osteoarthritis tulang belakang dapat menyebabkan tulang taji atau osteophytes, yang dapat mencubit atau saraf kerumunan dan menyebabkan rasa sakit dan berpotensi kelemahan di lengan atau kaki. Self-Care at Home Perubahan gaya hidup dapat menunda atau membatasi gejala osteoarthritis. Berat badan: Satu studi menunjukkan bahwa, bagi perempuan, penurunan berat badan dapat mengurangi resiko osteoarthritis pada lutut. Latihan: Latihan yang teratur dapat membantu untuk memperkuat otot-otot dan berpotensi merangsang pertumbuhan tulang rawan. Hindari olahraga beresiko tinggi. Berikut jenis olahraga yang direkomendasikan: rentang gerak, peregangan, dan aerobik. Diet: Antioksidan vitamin C dan E dapat memberikan perlindungan. Vitamin D dan kalsium direkomendasikan untuk tulang yang kuat. Dosis harian yang direkomendasikan kalsium 1000-1200 mg. Pedoman saat ini untuk vitamin D adalah 400 IU per hari. Hindari lebih dari 1200 IU vitamin D per hari. Orthoses: alat bantu ini digunakan untuk meningkatkan fungsi dari bagian-bagian bergerak dari tubuh atau untuk mendukung, menyelaraskan, mencegah, atau kelainan bentuk yang benar. Splints atau kawat gigi membantu dengan keselarasan bersama dan redistribusi berat badan. Contoh lain termasuk walker, kruk atau tongkat, dan alas kaki ortopedi. Over-the-counter (OTC) pengobatan Nonsteroidal obat anti-inflamasi (NSAID) yang biasa digunakan untuk nyeri artritis. Ini termasuk aspirin, ibuprofen (Motrin, atau Advil), naproxen (Aleve) dan ketoprofen (Orudis). OTC baru persiapan termasuk kondroitin dan glukosamin sulfat, bahan alami yang ditemukan dalam cairan sendi. Chondroitin adalah pemikiran untuk mempromosikan peningkatan pembuatan blok bangunan tulang rawan (kolagen dan proteoglikan) serta mempunyai efek anti-inflamasi. Glukosamin juga dapat merangsang produksi blok bangunan tulang rawan juga sebagai agen anti-peradangan. Glukosamin ditemukan meningkatkan gula darah pada hewan percobaan, maka penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dahulu. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa glucosamine memperlambat perkembangan osteoarthritis pada lutut.

Bagaimana jelly Gamat  menjadi alternatif pengobatan yang aman untuk Osteoarthritis?


Sembuh dari Derita Radang Sendi : Sumber : TRUBUS 439, Juni 2006

Dua belas tahun ia hidup di atas kursi roda. Osteoartritis alias radang sendi bagai memenjarakannya. Akibat penyakit itu,Wihardja Zain –begitu nama pria itu – tak mampu lagi berjalan. Jari tangan dan jari kaki membengkok dan dari sela-sela keluar cairan putih lengket seperti cat. Untuk mengurangi kejenuhan, ia lebih banyak membaca buku dalam rumah di Gegerkalong, kota Bandung. Penyakit itu menyambangi Wihardia setelah kaki kanannya terkilir. la tak menduga kecelakaan itu berdampak dahsyat bagi tubuhnya. Ahli refleksiologi di Bandung yang didatangi menolak mengobati, lantaran jika direfleksi malah berdampak buruk. Anak ke-6 dari 10 bersaudara itu disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Tak ada pilihan baginya selain memenuhi saran itu. Alangkah kagetnya Wihardja saat divonis dokter mengidap radang sendi kronis. Ia memang merasakan seluruh tubuhnya nyeri dibarengi demam tinggi. Alumnus Sekolah Tinggi Theologi Jakarta itu terpaksa menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Jakarta. Asupan obat-obatan dari dokter bisa meredakan sendinya yang kaku dan linu saat kambuh. Namun, beberapa jam kemudian nyeri menusuk tulang kembali datang. Pada kondisi seperti itu, meronta pun tak dapat dilakukan Kondisi memburuk Selama 4 hari di rumah sakit. Wihardja tidak merasakan kesehatannya membaik. Oleh karena itu, ia memilih melakukan pengobatan di rumah. Obat-obatan rematik dibelinya di apotek meski tanpa resep dokter. “Dosisnya terserah saya,” katanya. Jika dosis sehari 3 kali satu sendok makan tak mampu mengubah kondisinya. ia menaikkan menjadi dua kali lipat. la pernah menenggak dosis hingga 3 kali lipat ketika rasa nyeri akibat radang tak kuat dibendung. Asupan obat-obatan kimia itu berlangsung hingga 14 tahun.

Pada usia 46 lahun, dampak konsumsi obat kimia mulai tampak. Ginjal dan jantungnya tak mampu memfilter zat toksik dalam darah. Stroke dan rematik pun scgcra hinggap di tubuhnya sehingga is kembali dirawat di rumah sakit. Kali ini, dalam 2 hari mendapat perawatan dokter, kondisi kesehatan Wihardja membaik. Bicaranya yang semula agak pelo mulai normal. Meski ayah satu anak itu tidak bisa beraktivitas dan hanya berbaring di tempat tidur lantaran tidak bertenaga. Setahun di pembaringan menunggu kesembuhan. justru berdampak buruk bagi Wihardja. Organ-organ tubuhnya melemah, semakin sulit digerakkan. Satu per satu jari-jari tangan tak berfungsi. Awalnya ibu jari kaki kanan bengkok dan tak bisa dikembalikan ke posisi semula. berikutnya tulang beberapa jemarinya mencair bersama darah dan membentuk tonjolan daging mirip bisul. Lama ¬kelamaan, bengkak itu menghitam lantas mengeluarkan cairan putih susu dan lengket seperti cat. Berkat gamat Putus asa dengan obat -obatan kimia, Wihardja mencoba beralih ke obat-obatan herbal. Ia memanfaatkan antara lain sambiloto, mahkotadewa, dan daun murbay. Sayang, harapan kesembuhan bagai fatarmorgana. Di tengah kegalauan itu, Sudarti, istri Wihardja membaca artikel Trubus mengenai keampuhan gamat sebutan teripang di Malaysia- pada pengidap lupus sendi. Berharap terbebas dari derita sakit sendi, Wihardja menerima tawaran sang istri untuk minum gamat. Cairan bening agak kental itu diminum 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Aneh luar biasa. “Baru satu sendok diminum, tangannya sudah bisa bergerak,” kata Sudarti. Padahal sudah 5 minggu jari jemari Wihardia tak bisa digerakkan. Tanda-tanda kesembuhan semakin tampak. Seminggu mengkonsumsi gamat, kakinya dapat dipijakkan di lantai. walau masih duduk di kursi roda. Kondisi Wihardja benar-benar pulih setelah rutin minum gamat selama 2 bulan. Kini pria murah senyum itu sudah bisa melakukan aktivitasnya mengetik sebagai penulis buku. “Itu karena gamat tinggi kandungan kondroitin sulfat dan glukosamin,” kata Walter K.M.Yee, ahli nutrisi dari Malaysia. Kondroitin sulfat memacu pertumbuhan tulang baru, memperbaiki dan merawat tulang normal. Sedangkan glukosaminoglikan merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah yang menggumpal. Pada 1992. studi klinis di Universitas Queensland, Australia, mengungkap gamat mengandung zat pembangun jaringan persendian yang rusak serta antipembengkakan. Sebab glukosamin dan kondroitin jumlahnya sedlikit pada pengidap radang sendi. Selain itu, gamat sumber utama vitamin A, B1, B2, B3, dan C, kalsium, besi, magnesium, dan seng yang berperan meregenerasi sel tubuh rusak dan penghadang gempuran penyakit. Tulang rusak Menurut Edward H. Yelin PhD dari Medicine and Health Policy, University of California San Fransisco, osteoartritis disebabkan proses produksi, perawatan dan perbaikan tulang rawan di dalam sel terganggu. Tulang rawan merupakan lapisan penutup tulang pada persendian. la berisi kondrosit penghasil protein kondroitin sulfat dan keratin sulfat. Jumlah protein kondroitin berkurang bila produksi kondrosit terhambat. Itu terjadi bila secara terus menerus asupan gizi makanan kurang, salah gerakan saat berolahraga, dan kecelakaan. Akibatnya tendon, ligamen, dan urat pada sendi menyatu sehingga persendian kaku dan linu. Lama-kelamaan tulang rawan tak berfungsi, retak, dan timbul pengapuran. Itu terjadi di tulang leher, punggung, dan seluruh persendian. Penderita mengalami hilang keseimbangan dan sulit berjalan. Jika dibiarkan sampai bertahun-tahun, sendi melebar dan terrjadi kontraksi otot karena sel responsif berlebihan memproduksi leukotrien dan sitokina. Kedua zat itu berperan sebagai komponen pembengkakan. Gejalanya diawali kulit memerah dan menbengkak dan serta suhu tubuh meningkat. Penyembuhan radang sendi biasanya menggunakan obat kimia berkarakterstik nonsteroid serta antipembengkakan yang disebut NSAIDs. Namun penelitian P.M Brooks, SR Potter. dan Buchanan pada 1980 yang dikutip Journal Rheutatol 9 mengungkap obat obatan seperti ibuprofen, piroxicam, diclonac, fernoprofen hanya meredam rasa sakit dalam jangka pendek. Sementara efek sampingnya cukup banyak seperti nyeri lambung dan pencernaan, bisul, sakit kepala, dan memacu perusakan sendi. Wajarlah jika hasil penelitian gamat oleh Dr Mittchell Kurk, dircktur medis Biomedical Revitalization Center of Lawrence, New York disosialisasikan. Temuan Kurk menunjukkan gamat dapat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang sendi dan tanpa efek samping. Tak heran, Departemen Kesehatan Australia dan Selandia Baru telah mengizinkan pengobatan radang sendi dengan gamat.

Go to Top
You might also likeclose