Imunisasi untuk menghindar tifus pada bayi memanglah belum ada. tetapi infeksi ini amat bisa sembuh sampai tuntas.Obat tipes untuk anak dan bayi haruslah aman,agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Terasa sukar diakui seandainya si kecil yang masih bayi dapat terkena tifus. namun demikianlah  faktanya. apalagi,  Dr. Mugiyo, Sp. a. dari RS PMI, Bogor, telah Juga memperoleh banyak masalah neonatal typhoid alias tifus pada bayi.

Demam tifoid atau tifus merupakan penyakit saluran cerna yang disebabkan bakteri salmonella typhi serta salmonella typhimurium. bakteri ini hidup di sanitasi yang rendah layaknya lingkungan kumuh.

Pada bayi, penyakit ini didapat melewati dua langkah penularan, yakni :

1. melalui ibu

penularan dapat berlangsung sejak bayi tetap didalam kandungan yang dibawa sampai persalinan, serta melalui air susu ibu. masalah ini didasarkan pada pasien lebih dari satu bayi yang telah menderita tifus dengan tanda-tanda kejang-kejang pada waktu lebih dari satu saat atau hari setelah lahir. walau sebenarnya, mereka belum minum asi atau belum konsumsi apapun. sesudah mengambil sampel dari cairan lumbal nyatanya ada kuman tifoid serta kuman ini dibawa dari ibunya sejak si bayi tetap di kandungan. memanglah kuman tifus itu karakternya amat penetratif, dapat menembus dinding-dinding barier.

Sesaat, penularan melalui asi ditemukan pada bayi-bayi yang menyusu dengan eksklusif serta berkali-kali diserang demam dan diare. ini, kan, juga suatu hal yang butuh dicurigai dikarenakan asi sesungguhnya makanan yang paling higienis untuk bayi. namun kenapa bayinya senantiasa diserang penyakit infeksi, layaknya demam serta diare. sesudah di check pencernaanya enggak apa-apa.

sesudah diberi antibiotik, pulih, namun kelak diserang lagi. barulah sesudah di teliti selanjutnya melewati serangkaian tes, diantaranya tes darah, nyatanya bayi-bayi itu menderita tifus yang ditularkan melalui asi.

2. melalui makanan tambahan

biasanya berlangsung apabila makanan yang dikonsumsi bayi kurang diperhatikan
kebersihannya. tak tahu waktu pengolahan, penyajian, serta pemberian. mengakibatkan, bayi terinfeksi kuman sebagai pemicu tifus.

Gejala sulit dideteksi

Sayangnya, tanda-tanda tifus pada bayi sulit dideteksi. tidak layaknya pada anak balita yang telah dapat mengeluh mual, pusing, atau suhu tubuhnya tinggi. sesaat bayi cuma dapat menangis atau rewel. terkadang dibarengi demam dan diare hingga biasanya dokter dapat mengira bayi terkena penyakit infeksi saluran pencernaan. walau sebenarnya mungkin dia sesungguhnya telah diserang tifus. jikalau diberikan obat antibiotik, cuma menghentikan diare atau demamnya saja. bisa-bisa kelak tifusnya nampak lagi.

Dikarenakan tersebut, tifus tidak bisa dikira mudah atau mesti diobati secara keseluruhan. bakterinya amat cepat berkembang biak serta menjalar ke mana-mana melewati pembuluh darah. dapat menyerang paru-paru, hati, sampai otak. tifus yang telah tergolong berat dapat sukar diobati dikarenakan telah telanjur berlangsung komplikasi. bila bakterinya telah menyerang paru-paru, pasien dapat sukar bernapas. lebih kronis lagi bila bakteri telah masuk ke otak, bayi bisa kejang-kejang dikarenakan radang otak.

Dapat diobati

Untungnya, metode penyembuhan yang makin maju telah dapat mengobati tifus pada bayi. bila tifusnya mudah ( istilahnya tanda-tanda tifus atau paratifus ), dokter dapat merekomendasikan banyak istirahat, banyak minum, serta obat antibiotik yang didapatkan mesti dihabiskan. bila dosis obat ditetapkan 4 kali 1 hari, jadi mesti ditaati. seandainya hanya diminum 3 kali 1 hari, kuman tidak dapat bersih terbasmi. penyembuhan yang tidak tuntas bikin bakteri selalu terbawa serta berkembang biak. mengakibatkan, tingkat kemungkinannya untuk kambuh lagi amat tinggi.

Pastinya, si bayi mesti dirawat baik-baik dikarenakan perawatan serta pengobatan dapat menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, menghindar berlangsungnya komplikasi, dan menghindar supaya tidak kambuh kembali. ingat, walau tetap step mudah, kuman terus menyebar serta berkembang-biak dengan cepat.

Tak hanya itu, sumber tifus pada bayi juga butuh di teliti. apabila penyebabnya asi, pasti ibunya mesti ‘dibersihkan’ juga dari tifus. apabila tidak, tifus ini akan kambuh terus. seandainya yang masuk melalui asi cuma berbentuk partikel dari tifus, jadi yang dapat nampak tanda-tanda mencret-mencret. namun seandainya yang menular ke bayi merupakan kuman, mengakibatkan yakni infeksi yang berisiko menjalar ke otak.

Lantas, sepanjang ibu untuk jadikan sumber penularan tidak sembuh tuntas, si bayi dapat terus alami masalah. tetapi demikian, Mugiyo mengingatkan, ASI jangan sampai dihentikan. sembari ibu serta bayi diobati, asi jalur terus dikarenakan inilah makanan utama untuk bayi.