cara mengobati penyakit asma pada anak

penyakit asma pada anak

Penyakit asma ternyata juga dapat kita jumpai pada anak,penyakit ini menyerang sistem pernapasan yang menimbulkan sesak napas pada si penderitanya.

Selama 15 tahun terakhir, telah ada kemajuan besar dalam pemahaman ilmiah dari asma. Asma sekarang dikenal sebagai penyakit peradangan saluran napas yang dihasilkan dari interaksi yang kompleks antara eksposur lingkungan dan faktor genetik dan lainnya. Hal ini memiliki implikasi untuk pengobatan medis dan untuk pengelolaan lingkungan asma.

Kejadian asma meningkat di hampir seluruh dunia, baik Negara maju maupun Negara berkembang termasuk Indonesia. Peningkatan ini diduga berhubungan dengan meningkatnya industri sehingga tingkat polusi cukup tinggi.

Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia,namin lebih sering terjadi pada anak-anak terutama sekali pada anak usia 5 tahun.Beberapa anak menderita asma sampai mereka usia  dewasa,namun dapat di sembuhkan.
Kebanyakan anak yang menderita asma dapat berinteraksi dengan lingkungan kecuali pada waktu kambuh.Sedikit anak yang tahan pada asma dan membutuhkan obat pencegah setiap harinya untuk dapat melakukan olahraga dan bermain secara normal

Anak-anak dengan asma telah lama dikenal sebagai sangat sensitif terhadap polusi udara luar ruangan. Banyak polutan udara umum, seperti ozon, sulfur dioksida, dan partikel bersifat iritan pernapasan dan dapat memperburuk asma. Polusi udara juga dapat bertindak sinergis dengan faktor lingkungan lain untuk memperburuk asma. Sebagai contoh, beberapa bukti menunjukkan bahwa paparan ozon dapat meningkatkan respons seseorang terhadap alergen inhalasi. Apakah paparan jangka panjang polutan ini benar-benar dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan asma tidak diketahui. Untuk saat ini, penelitian kecil telah memeriksa peran lainnya polutan udara berbahaya (misalnya, logam dan bahan kimia yang mudah menguap) dalam pengembangan atau eksaserbasi asma, meskipun ini merupakan masalah yang menjadi perhatian publik meningkat.

Selain peningkatan pemahaman pengelolaan lingkungan yang tepat asma, manajemen medis asma telah berubah secara signifikan. Inhalasi obat anti inflamasi telah menjadi andalan manajemen medis untuk mencegah episode asma dan mengurangi gejala asma kronis. Selain itu, perbaikan dalam teknik pemantauan sekarang mengizinkan ukuran objektif fungsi paru-paru yang mudah bagi pasien dan dokter untuk digunakan dalam menilai tingkat keparahan asma dan memonitor perubahan dalam penyakit. Dalam penyakit seperti asma yang bervariasi dari waktu ke waktu dan di mana perubahan fungsi paru-paru dapat terjadi sebelum gejala berkembang, langkah-langkah objektif adalah alat penting untuk membuat keputusan manajemen.

Untuk sebab yang tidak jelas,anak-anak penderita asma beraksi terhadap rangsangan tertentu,dimana anak yang tidak menderita asma tidak beraksi.Terdapat banyak pencetus yang berpotensi,dan kebanyakan anak-anak beraksi hanya beberapa pencetus.Pencetusnya termasuk iritasi dalam ruangan,seperti bau yang menyengat,dan iritasi asap seperti minyak wangi,asap roko dan debu di sekitar.Semua pemicu ini menghasilkan reaksi serupa.
Pada sebagian besar anak, asma dapat dikontrol dengan obat yang tepat. Dua tipe obat yang digunakan pada anak-anak adalah: Pereda serangan (reliever). Jenis obat ini bekerja cepat dan bermanfaat dalam serangan akut. Contohnya adalah Ventolin. Jenis obat ini disebut bronchodilator (broncho-: saluran napas, dilator: yang membuat lebar). Sesuai namanya, obat ini melebarkan saluran napas yang sempit sehingga udara lebih mudah lewat. Obat ini memberi efek optimal dengan inhalasi (dihirup  melalui hidung). Pada serangan akut, anak akan membutuhkan Ventolin setiap 2-4 jam. Jika anak anda membutuhkan lebih dari dosis tersebut, anda harus menghubungi dokter anak anda.

Sebagian besar anak dengan asma yang mengalami mengi saat sedang terinfeksi virus tidak membutuhkan terapi apapun di antara serangan. Jika anak mengalami batuk atau mengi lebih dari sekali seminggu di malam hari atau saat beraktivitas fisik, anak tersebut mungkin membutuhkan obat .Faktor resiko terjadinya asma anak bergantung pada faktor herediter dan lingkungan, juga pada umur. Bila salah satu orang tua menderita asma, kemungkinan anak-anak mereka menderita asma adalah 25%, bila kedua orang tua menderita asma kemungkinannya meningkat menjadi 50%. Asma pada orang tua laki-laki merupakan prediktor yang sangat kuat untuk diturunkan ke anak-anak mereka.

Asma merupakan penyakit saluran napas kronik (menahun) yang paling sering ditemukan, terutama di negara maju. Penyakit ini umumnya dimulai sejak masa anak-anak. Dampak negatifnya seperti menyebabkan anak sering tidak masuk sekolah, membatasi kegiatan olahraga, dan aktivitas seluruh keluarga.
Pedoman Nasional Asma Anak (Indonesia) mendefinisikan asma sebagai kumpulan tanda dan gejala wheezing/mengi dan/atau batuk dengan karakteristik sebagai berikut:

  • timbul secara episodik dan/atau kronik,
  • cenderung pada malam/dini hari (nokturnal),musiman,
  • adanya faktor pencetus di antaranya aktivitas fisik,
  • bersifat reversibel (bisa sembuh seperti sedia kala) baik secara spontan maupun dengan pengobatan, seadanya riwayat asma atau atopi (kecenderungan mengidap alergi) lain pada pasien/keluarganya,
  • sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan.

Itu sebagian besar paparan dari semua yang kami ketahui tentang penyakit asma pada anak,semoga paparan dari tulisan ini banyak manfaatnya