OTAK merupakan organ tubuh yang mempunyai metabolisme yang tinggi, namun kemamuan regenerasi jaringan sarafnya sangat minimal.Oleh karna itu,diperlukan penanganan secara cepat dan tepat untuk menghindari kerusakan yang lebih berat atau gangguan fungsi permanen.Demikian disampaikan oleh Dr.Eka Musridhata,SP.S,KIC dalam presentasinya pada seminar Neuroemergency Update 2012.

Kemampuan otak beregenari yang minimal ini berakibat pada waktu emas       ( golden priode ) untuk memberikan pertolongan pun sangat singkat. sebagian kasus neurologi,termasuk trauma kepala merupakan kasus kegawatdaruratan dengan morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi.Selain itu,kasus ini pun menjadi penyabab kecacatan tertinggi dengan prevalesi yang makin meningkat.

TRAUMA KEPALA

Trama kepala merupakan kasus yang cukup banyak ditemui.Banyak penyebab trauma kepala,antara lain jatuh dari tempat tinggi,kecelakaan lalu lintas (terbanyak),dan berkelahi.Di Amerika serikat,penyebab lain yang jarang ditemukan di Indonesia adalah akibat tertembak.

Dalam kesempatan yang sama,Dr.Lyna Soertidewi,Sp.S menjelaskan bahwa proses terjadinya trauma kepala dibagi menjadi cidera primer dan cidera sekunder.cidera primer yaitu kerusakan otak langsung,seperti fraktur/retak tulang tengkorak,perdarahan otak,dan cidara saraf-saraf di otak.Sedangkan secara sekunder adalah kelanjutan dari kerusakan otak yang telah terjadi berupa edema (bengkak) otak,perluasan perdarahan,peningkatan tekanan intrakranial,dan iskemia (kematian jaringan) otak.

Serangkaian proses yang di sebabkan oleh cedera di otak ini akan menyebabkan gangguan kesadaran yang dapat bervariasi sessuai tingkatnya.

GANGGUAN KESADARAN

Menurut Dr.Eka,kesadaran adalah keadaan sadar terhadap diri sendiri dan lingkungannya.Jadi,gangguan kesadaran adalah hendaknya kesadaran itu sendiri.Di masyarakat awam seringkali digunakan kata pingsan dan koma. Keduanya memang termasuk dalam kategori gangguan kesadaran,tetapi berbeda tingkatnya.Pingsan adalah istilah umum dari penurunan kesadaran, sedangkan koma adalah suatu keadaan tidak sadar total terhadap diri sendiri dan lingkungannya meskipun diberikan stimulasi yang sangat kuat. Secara klinis,tingkat kesadaran seseorang dapat ditemukan dengan pemeriksaan.

Keadaan sadar ditemukan oleh 2 komponen di otak yaitu formasio retikulasi dan himesfer serebral.Formasio retikulasi terletak di rostral midpons,midbrain (mesensepalon) dan thalamus ke kortaks selebri.Ini dinamakan  ascending reticular activating sytem (ARAS).Sedangkan isi dari kesadaran (content) ditentukan oleh korteks selebri.Trauma jenis apapun jika mengenai ARAS atau korteks selebri pasti akan mempengaruhi tingkat kesadaran seseorang.